Selasa, 14 April 2026

Virus Corona di Bontang

Isolasi Diperpanjang hingga 28 Hari, Pasien Karantina Covid-19 di Bontang Bisa Lebaran di Hotel

Tim Gugus Penanganan Covid-19 Bontang, perpanjang masa isolasi, khususnya bagi warga Bontang yang masuk kategori OTG, ODP dan PDP

TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Suasana Hotel Grand Mutiara yang menjadi tempat karantina khusus warga Bontang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien konfirmasi positif covid-19. Sebagian besar ditempati para tenaga kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan Kota Bontang. 

TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG - Tim Gugus Penanganan Covid-19 Bontang, Kalimantan Timur perpanjang masa isolasi, khususnya bagi warga Bontang yang masuk kategori OTG, ODP dan PDP. Setidaknya mereka harus menjalani isolasi selama 28 hari.

Artinya warga Bontang yang saat ini dikarantina di Hotel Grand Mutiara terancam bakal merayakan lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah di sana.

Diketahui per tanggal 2 Mei 2020, ada 5 warga Bontang berstatus OTG dan ODP menambah daftar orang yang dikarantina di hotel tersebut.

Meski beberapa di antara warga yang karantina, ada yang sudah diperbolehkan pulang. Sepuluh orang hasil uji swabnya negatif Virus Corona atau covid-19.

"Perpanjangan masa isolasi 2 x 14 hari berlaku untuk OTG, ODP dan kasus selektif dari kluster yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan," kata Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Covid-19 Bontang, dr Bahauddin.

Kendati demikian, untuk pelaku perjalanan atau dengan status monitoring tetap berlaku masa isolasi 1 x 14 hari.

Baca Juga

Pesta Makan Kapurung Berakhir Sedih, 1 Keluarga di Sulawesi Positif Corona,Warga Perumahan Diisolasi

BREAKING NEWS Spesimen 3 PDP Dinyatakan Positif Covid-19, Virus Corona di Bulungan Kini 37 Kasus

Positif Virus Corona Tanpa Gejala, Dokter Ini Isolasi Mandiri, Jalan ke Rumahnya Malah Ditutup Warga

"Seseorang yang telah melalui masa monitoring, OTG, maupun ODP tetap mengikuti himbauan: jaga jarak aman, hindari keramaian, menggunakan masker jika terpaksa keluar rumah, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir," jelasnya.

Menurutnya, penyebaran Covid-19 dioengaruhi oleh pergerakan dan disiplin warga Bontang. Sebab itu pemerintah menganjurkan :

a. Yang baru datang ke Bontang WAJIB LAPOR PSC, telpon, WA atau isi google form. Ketika sudah melapor, akan mendapatkan penjelasan protokol kesehatan, bila ada keluhan akan dipantau oleh petugas.

b. DISIPLIN ISOLASI MANDIRI. Selama masa isolasi, warga harus patuh dan taat. Perjalanan penyakit COVID-19 berbeda setiap orang. OTG atau orang tanpa gejala tidak mengalami gejala atau keluhan tetapi didalam tubuhnya sudah ada COVID-19 dan bisa menularkan kepada orang lain.

c. MASYARAKAT JUJUR, jujur menjawab pertanyaan dokter atau tim medis, jujur menceritakan riwayat perjalanan dan kontak, jujur menyampaikan kepada petugas monitoring jika demam atau ada riwayat demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak nafas.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved