Virus Corona
Kebijakan PSBB Jokowi Disebut Tak Efektif, Anak Buah Airlangga Hartarto di DPR Usulkan Cara Baru
kebijakan PSBB Jokowi tak efektif tekan covid-19, anak buah Airlangga Hartarto di Golkar anggota DPR RI, Dedi Mulyadi usul Karantina komunal
" PSBB menyebabkan sektor ekonomi jadi terhenti kalau kebijakan itu terlalu lama," kata Dedi Mulyadi.
Selain itu, anak buah Airlangga Hartarto menilai kebijakan PSBB tak sepenuhnya ditaati masyarakat.
Misalnya, satu toko buka, tetapi toko lain tutup. Orang berkerumun di satu toko yang buka, dan itu tidak ada artinya PSBB untuk menekan interaksi manusia.
"Kasihan yang taat aturan tinggal di rumah malah menderita dan upaya mereka juga jadi sia-sia," ujar Dedi Mulyadi.
Memicu problem sosial
Alasan lain bahwa PSBB tak efektif adalah kebijakan itu malah memicu problem sosial akibat bantuan dampak corona yang tak merata dan salah sasaran.
"Daripada tidak jelas, ya sudah hentikan saja PSBB karena membingungkan masyarakat oleh regulasi yang aneh-aneh.
Selain itu, masyarakat bandel tetap saja bebas dan lolos pemeriksaan.
Mobil hanya dipelain di pos pemeriksaan dan lolos begitu saja," kata Dedi Mulyadi.
Selain itu, kata Dedi, kebijakan dalam pencegahan penyebaran corona akhirnya bersifat politis.
Kepanikan berlebihan menyebabkan pemerintah membuat tafsir masing-masing atas aturan.
• Faisal Basri Soroti Besarnya Anggaran Kartu Prakerja dan Sasarannya, Sindir Luhut dan Airlangga
Lalu tafsir itu dibuat berdasakan kepentingan diri masing-masing bukan untuk publik, karena berkaitan politik, seperti untuk pilpres dan pilkada.
"Kalau urusan penyakit dibawa ke tafsir begini, kasihan masyarakat," katanya.
Dampak lain dari PSBB adalah membuat aparat jenuh saat menjaga pos pemeriksaan sehingga mudah emosi ketika menghadapi masyarakat yang bandel.
Tapi di sisi lain, masyarakat juga mulai jenuh karena tak bebas bepergian.