Rasionalisasi
Gegara Rasionalisasi Pembangunan Jembatan di Desa Bukit Subur Penajam Tertunda
Dalam perencanaan pembangunan jembatan tersebut, terdapat dua hembatan yang akan dibangun, diantaranya satu jembatan bentang panjang dengan anggaran s
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Rencana pembangunan jembatan yang rusak akibat banjir di Desa Bukit Subur Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) nampaknya harus tertunda.
Pasalnya, Kegiatan pembangunan jembatan yang memiliki dua bentang tersebut saat ini masuk dalam rasionalisasi dan belum dapat dilaksanakan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Unum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Petriandy Pasulu kepada Tribunkaltim.co, Selasa, (12/5).
“Jembatan Bukit Subur juga habis kena rasionalisasi,” ujarnya.
Petriandy menjelaskan, padahal jembatan tersebut rencananya akan menggantikan jembatan kayu yang rusak akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu.
Dalam perencanaan pembangunan jembatan tersebut, terdapat dua hembatan yang akan dibangun, diantaranya satu jembatan bentang panjang dengan anggaran sekitar Rp 1,9 miliar dan jembatan bentang pendek sekitar Rp 1,4 miliar.
“Jembatannya jenis beton nantinya. Jembatan Bentang panjangnya sekitar 20 meter dan jembatan bentang pendeknya hampir 10 meter, semua mengikuti lebar sungainya,” jelasnya.
Namun, ia menambahkan, dengan diresionalisasinya pembangunan jembatan tersebut, sementara ini warga masih menggunakan jembatan kayu yang ada sebagai sarana penghubung, walaupun jembatan kayu tersebut saat ini memgalami beberapa kerusakan akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu.
“Dua jembatan itu jaraknya berdekatan,” pungkasnya.(m05)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jemb-bpbsisbd.jpg)