Breaking News:

Rasionalisasi

Pembangunan Taman Depan Kantor Bupati Penajam Paser Utara Dianggap Prioritas

namun proyek pembangunan taman tersebut tetap berjalan dan tak dirasionalisasi karena dianggap salah satu program prioritas.

HO/PEMKAB PPU
Maket pembangunan taman depan kantor Bupati PPU. Proyek pembangunan taman di depan kantor Bupati PPU ( Penajam Paser Utara ), Provinsi Kalimantan Timur yang menelan anggaran sekitar Rp 24 miliar masih terus berjalan. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Proyek pembangunan taman di depan kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU) yang menelan anggaran sekitar Rp 24 miliar masih terus berjalan ditengah rasionalisasi pemerintah akibat pandemi covid-19.

Dimulainya kegiatan pembangunan taman tersebut sempat mendapat pro dan kontra dikalangan masyarakat, yang mana dari sekian banyak program pemerintah yang terkena rasionalisasi, namun proyek pembangunan taman tersebut tetap berjalan dan tak dirasionalisasi karena dianggap salah satu program prioritas.

Hal demikian juga diungkapkan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Ricci Firmansyah. Selasa, (12/5).

Dikatakan Ricci, program taman atau landscape tersebut merupakan pekerjaan yang jenisnya satu-kesatuan, sehingga jika dikerjakan parsial, maka akan tidak fungsional dan juga akan berdampak pada pemerintah itu sendiri sebagai pemilik pekerjaan.

“Contohnya, kalau nanti cuma dibangun papingnya saja, tamannya belum, nanti disangka proyek mangkrak,” ujarnya.

Selain itu ucap Ricci, taman atau landscape tersebut juga menyangkut dengan kepentingan masyarakat umum, karena semenjak PPU berdiri belum ada taman yang dianggap refresentatif untuk digunakan masyarakat.

“Selain taman, disitu juga nanti ada tempat bermain anak, ada juga tempat komunitas untuk menyalurkan hobinya seperti area skateboard dan area olahraganya serta ada air manvur menarinya. Istilahnya tempat kumpulnya masyarakat,” jelasnya.

Ricci menjelaskan, saat ini pengerjaan taman atau landscape tersebut sudah mulai dikerjakan dan ditargetkan awal desember 2020 sudah selesai pengerjaannya.

“Jadi kurang lebih 7 bulan masuk mulai perencanaan, ini sudah masuk pengerjaan fisiknya,” tandasnya.

Ia menegaskan, kegiatan taman atau landscape depan kantor Bupati PPU ini merupakan salah satu program prioritas Bupati PPU Abdul Gafur Masud (PPU) sejak awal pemerintahannya. Bahkan, perencanaannya sudah dilakukan sejak tahun 2019 lalu.

“Jadi pada prinsipnya kenapa harus full desain, karena kalau pembangunan yang sifatnya gedung kalau gak diselesaikan kan nanti kelihatannya mangkrak,” tuturnya.

Ricci menambahkan, terkait pembangunan yang sifatnya bangunan atau gedung, untuk pelaksanaannya memang harus dituntaskan dan jangan setengah-setengah.

“Kalau mau ditunda, mending ditunda sekalian. Tapi kalau mau dibangun, harus dibangun sampai fungsional,” pungkasnya.(m05)

Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved