Virus Corona
Benarkah Perokok Lebih Rentan Tertular Virus Corona? Begini Penjelasan Dokter
Karena jenisnya yang termasuk baru, sampai saat ini para ahli masih terus meneliti karateristik covid-19.
Dijelaskannya, satu di antara anjuran pemerintah untuk mencegah Virus Corona adalah dengan menghindari memegang wajah dan mulut.
"Karena kita ketahui bersama salah satu upaya mencegah penyebaran covid yaitu dengan menghindari memegang daerah wajah, mulut, maupun mata. Jadi anjurannya kami tentu saja berhenti merokok, supaya bila terkena virus dampaknya tidak jauh lebih buruk karena rokok," pungkas Nuvi Nusarintowati.
Simak videonya mulai menit ke-3.00:
• Temuan Baru Pakar Biologi, Terbongkar Jejak Awal Virus Corona di Wuhan, Bantah Klaim China dan WHO
Apakah Berhenti Merokok Bisa Mencegah Terjangkit Virus Corona?
Sebelumnya diberitakan, Dokter Spesialis Paru RSPAD Gatot Subroto Jakarta, dr. Retno Wihastuti membeberkan peluang perokok terpapar Virus Corona.
Hal itu disampaikan Retno Wihastuti saat menjadi narasumber dalam acara Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Selasa (28/4/2020).
Retno Wihastuti menjelaskan perokok lebih rentan terinfeksi Virus Corona.
Oleh karena itu, Retno Wihastuti meminta agar seorang perokok bisa menghentikan kebiasaannya.
"Memang sebaiknya berhenti merokok, karena kita ketahui asap rokok itu mengandung lebih dari 4 ribu bahan kimia, jadi kita bisa bilang pabrik bahan kimia mini," ujar Retno Wihastuti seperti dikutip TribunWow.com.
• Penemuan Terbaru, Antibodi SARS Lawan Covid-19, Buka Peluang Terapi Pasca Tertular Virus Corona
Lebih lanjut, Retno Wihastuti menjelaskan kaitan antara perokok dengan Virus Corona.
"Sedangkan asap rokok ini dia juga bisa bersifat oksidan, dia bisa merusak rambut getar yang ada di saluran napas. Sehingga saluran napas akan menurun, sehingga ada virus yang masuk juga sulit dibersihkan," jelas dia.
"Kemudian juga menyebabkan produksi lendir berlebihan, bisa menyebabkan kalau ada infeksi virus atau kuman, dia akan lebih mudah berkembang," imbuh dia.
Retno Wihastuti menambahkan, asap rokok juga meningkatkan reseptor ACE2.
Reseptor ACE2, kata dia, merupakan reseptor Virus Corona.
"Selain itu asap rokok juga meningkatkan reseptor ACE2, ini merupakan reseptor Virus Corona, sehingga kalau reseptor itu meningkat jika terjadi infeksi Virus Corona sehingga virusnya akan semakin banyak menempel. Kalau semakin banyak pasti kemungkinan terjadinya penyakit itu akan lebih besar," urai Retno Wihastuti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/harga-rokok-988799.jpg)