Ramadhan

Sekda PPU Minta Warga yang Gelar Shalat Ied Wajib Penuhi Ketentuan

Sekda PPU Tohar mengatakan bahwa berdasarkan imbauan pemerintah pelaksanaan Shalat Idul Fitri (Ied) 1441 Hijriah tidak dilaksanakan secara berjamaah

TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM- Sekretaris Daerah Penajam Paser Utara atau Sekda PPU Tohar mengatakan bahwa berdasarkan imbauan pemerintah pelaksanaan Shalat Idul Fitri (Ied) 1441 Hijriah tidak dilaksanakan secara berjamaah di Masjid, Mushala maupun lapangan, melainkan cukup dilaksanakan di rumah secara individu atau bersama keluarga.

Perihal ini disampaikan Tohar di sela-sela Rapat Koordinasi atau Rakor Operasi Ketupat Mahakam 2020 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah di Kabupaten PPU, Rabu, (20/5/2020) yang dilaksanakan di Mapolres PPU.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres PPU, M. Dharma Nugraha, Dandim 0913 PPU, Letkol. Inf. Mahmud, SKPD, Tokoh masyarakat dan tokoh agama di PPU.

“Intinya bersamaan dengan situasi saat ini secara terstruktur mulai pemerintah pusat maupun daerah untuk kegiatan-kegiatan yang memungkinkan terjadinya kerumunan baik untuk ibadah maupun bukan ibadah itu masih tidak diperbolehkan,“ kata Tohar.

Baca juga; Polres PPU Gelar Rakor Operasi Ketupat Mahakam 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga; UPDATE Dua Hari Ini tak Ada Perubahan Kasus Covid-19, Total Kasus Masih 246 Orang di PPU

Baca juga; Lebaran Tahun Ini, Obyek Wisata di PPU Tetap Ditutup, Warga Diminta tak Kumpul-kumpul Dulu

Dalam rilis Humas Setkab PPU, Tohar mengungkapkan, sesungguhnya tidak dapat dipungkiri bahwa itu semua juga tidak bisa dijamin dapat terlaksana, karena masing-masing mereka juga memiliki referensi, memiliki dalil yang kuat, memiliki analisa dan sebagainya, sehingga realita yang terjadi di lingkungan masyarakat tidak kesesuaian dengan apa yang digariskan oleh pemerintah.

Ditambahkannya bahwa pemerintah memang tetap mengutamakan satu kebijakan yang ada saat ini. Namun mana kala di antara mereka dengan keyakinannya bahwa telah berada pada lingkungan yang bersih dari covid 19, ketika tokoh agama maupun jama’ah sepakat untuk melaksanakan shalat Ied di Masjid ataupun lapangan secara berjamaah mereka harus tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan yang ada.

Lanjut Tohar, diharapkan wilayah tersebut benar-benar berada pada kawasan yang telah terkendali pada saat 1 syawal 1441 H mendatang, salah satunya adalah dengan ditandai adanya pengurangan angka positif covid 19 di wilayah tersebut serta memang berada pada wilayah yang bebas dengan penyebaran covid 19 saat ini. Terpenting pelaksanaan juga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ada.

Halaman
12
Penulis: Aris Joni
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved