Tahukah Anda Inilah Arti Minal Aidin Wal Faizin Sebenarnya, Bukan Mohon Maaf Lahir dan Batin
Tahukah anda Inilah arti Minal Aidin Wal Faizin Sebenarnya, bukan mohon maaf lahir dan batin
TRIBUNKALTIM.CO - Tahukah anda Inilah arti Minal Aidin Wal Faizin Sebenarnya, bukan mohon maaf lahir dan batin
Inilah arti Minal Aidin Wal Faizin sebenarnya, bukan mohon maaf lahir dan batin.
Saat Lebaran datang, kita terbiasa berbagi ucapan selamat Idul Fitri sembari bermaaf-maafan.
Ucapan selamat Idul Fitri paling populer adalah Minal Aidin Wal Faizin.
Ucapan tersebut kemudian diikuti kalimat mohon maaf lahir batin.
Banyak orang yang mengira, arti Minal Aidin Wal Faizin adalah mohon maaf lahir batin.
Padahal tidak demikian.
Ungkapan Minal Aidin Wal Faizin merupakan penggalan dari sebuah doa berbunyi: ja`alana llahu wa iyyakum minal `aidin wa al-faizin.
Bila diartikan 'semoga Allah menjadikan kita tergolong orang-orang yang kembali dan memperoleh kemenangan.'
Demikian dikutip Tribunnews.com dalam artikel yang ditulis Musdah Mulia, cendekiawan Islam di Kompas.com.
• Cek Data Anda di Bantuan Tunai Rp 600.000 dan Bansos Lainnya, LOGIN cekbansos.siks.kemsos.go.id
• Disebut Tante Pemersatu Bangsa, Berikut Profil dan Pesona Tante Ernie yang Sudah Punya 3 Anak
• Sosok Panglima TNI Paling Pas Versi Pengamat, Bukan KSAD Andika Perkasa, Alasan Menguatkan Diungkap
• Oppo A5 Rp 2,5 Jutaan hingga Oppo Reno3 Pro Rp 9 Jutaan, Ini Daftar Harga Terbaru HP Oppo Mei 2020
Sementara itu, dikutip dari konsultasisyariah.com, ucapan Minal Aidin Wal Faizin menurut seorang ulama tidaklah berdasarkan dari generasi para sahabat atau para ulama setelahnya (Salafus Salih).
Perkataan ini mulanya berasal dari seorang penyair pada masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli.
Saat itu, ia membawakan syair yang konteksnya mengisahkan dendang wanita di hari raya (Dawawin Asy-Syi’ri Al-‘Arabi ‘ala Marri Al-Ushur, 19:182).
Sumber lain menyebutkan, pada zaman Khilafiah Rasyidin, ucapan Minal Aidin Wal Faizin dipakai sebagai ungkapan bangga atas kemenangan perang yang sebenarnya, semisal Perang Badar.
Jika dimaknai dalam konteks peperangan, akan berbunyi 'Semoga Termasuk dari Orang-orang yang Kembali (dari perang) dan sebagai Orang yang Menang (dalam setiap Perjuangan Islam).'
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/siapsediacom-ilustrasi.jpg)