New Normal di Tarakan
Tarakan Akan Uji Coba New Normal, Walikota Sebut Sudah Kumpulkan Data Sejak Usai Lebaran
Sebanyak 4 provinsi dan 25 daerah yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai wilayah yang akan memulai uji coba new normal, salah satunya Kota Tara
Penulis: Risnawati |
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN- Sebanyak 4 provinsi dan 25 daerah yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai wilayah yang akan memulai uji coba new normal, salah satunya Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Tarakan, dr Khairul membeberkan bahwa pihaknya telah membicarakan soal teknis dan pengumpulan data-data sejak sehari setelah Idul Fitri kemarin.
"Sebenarnya kalau saya melihat, new normal ini adalah bahwa dalam bahasa kita ada pelonggaran-pelonggaran, walaupun kita masih tahapan PSBB sampai 6 Juni tapi itu ada pelonggaran-pelonggaran yang kita lakukan di berbagai sektor.
Jadi mulai dari sektor ekonomi seperti toko, warung-warung dan sebagainya ya, hotel, termasuk juga rumah-rumah ibadah, seperti juga tempat-tempat kerja atau di sekolah-sekolah. Nah itu sedang kita rumuskan dengan data-data yang ada itu," ujar dr Khairul, Rabu (27/5/2020).
• Kasus Virus Corona Menurun dalam 5 Hari, Ini Penjelasan Achmad Yurianto dan Sebaran di 34 Provinsi
Sebagai informasi, PSBB di Kota Tarakan telah diperpanjang selama 2 pekan, yakni 24 Mei 2020 dan berakhir pada 6 Juni 2020.
Lebih lanjut ia mengatakan, walaupun nantinya Tarakan akan memulai uji coba new normal tersebut, tentu harus mematuhi protokol-protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
"Tapi bukan berarti itu bebas sebebas-bebasnya. Oleh karena itulah berbagai sektor ini kan kita diskusi bagaimana kita menerapkan sesuai dengan kehendak awal.
• New Normal Sedang Dikaji, Pemkot Balikpapan akan Perkuat 3 Sektor Pelayanan Publik Ini
Jangan sampai jadi malah tidak terkendali. Dan kita berharap tidak ada gelombang kedua lah ya. Kalau kita lihat kan sebenarnya kita kan relatif lebih flat sekarang ya," ungkapnya.
Tak hanya itu, dirinya juga mengatakan akan ada tugas-tugas Dinas teknis seperti Dinas Kesehatan dalam melakukan suveillance yang lebih baik dengan metode yang baik pula.
"Sebenaranya kan pak Jokowi (President RI) kemarin mencanangkan kalau tidak salah sekitar tanggal 6 Juni melaksanakan new normal itu, tapi kan tentu melihat kesiapan dari masing-masing daerah.
Kami juga sudah menyiapkan, tapi tunggu semua selesai baru kita lakukan rapat besar," tuturnya.
• Mamah Dedeh Dikabarkan Meninggal Dunia, Penjelasan Ustaz Yusuf Mansur, Sosok Inilah yang Berpulang
Sementara itu ia menyampaikan bahwa sektor transportasi akan dibuka namun tetap dengan protokol-protokol kesehatan.
"Misalnya jumlah kapasitas penumpang tidak lebih dari 50 persen seperti itu, termasuk juga beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap penumpang.
Baik transportasi laut, transportasi udara, itu yang sedang kita rumuskan. Mudah-mudahan nanti per 31 Mei atau 1 Juni mungkin sudah kita umumkan langkah-langkah kita dalam rangka the new normal itu," katanya.
Di samping itu, ia memastikan bahwa per 1 Juni 2020, ASN akan kembali bekerja seperti biasa, baik yang PNS maupun non-PNS. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tidak-mudah-pindah.jpg)