Banjir di Samarinda

Kisah Relawan Dapur Umum di Banjir Samarinda, Buat Ribuan Porsi Makanan Bantu Para Korban

Beberapa pria terlihat sedang sibuk memasak di tenda dapur umum Tagana, Jl. DI. Panjaitan I, Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur

TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Suasana dapur umum milik Tagana Kota Samarinda di Jl. DI Panjaitan I, Kamis (28/5/2020). Dalam sehari bisa membuat ribuan porsi makanan untuk warga Korban banjir. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Beberapa pria terlihat sedang sibuk memasak di tenda dapur umum Tagana, Jl. DI. Panjaitan I, Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (28/5/2020). Para pria tersebut memasak mi instan dan telur.

Mereka memasak di wajan berukuran besar. Beberapa lainnya sibuk menyiapkan bumbu-bumbu pelengkap untuk sajian mi tadi.

Deni salah satu anggota Tagana mengatakan dalam sehari mampu memasakan ribuan porsi menu untuk korban banjir di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda

"Bisa habiskan 200 dus mi instan sama 200 piring telur," kata Deni.

Baca Juga: Rencana New Normal di Kota Balikpapan, PHRI Ingin Blokade Jalan Tidak Perlu Lagi Diterapkan

Baca Juga: Rencana New Normal Kota Balikpapan, PNS Usia di Bawah 45 Tahun akan Lebih Banyak di Kantor

Sementara itu Heru Martono salah satu anggota Tagana kota Samarinda mengatakan sebelum terjun ke lapangan para anggota sudah diberi pelatihan terlebih dahulu. Khususnya di bagian dapur umum, para petugas diberi pelatihan untuk meracik bahan serta kompoisisi yang pas untuk masyarakat yang terdampak bencana.

"Dapur umum melatih menghitung berapa jumlah kk terdampak Bencana. Nanti sudah tahu takarannya," katanya.

Di dapur umum diajarkan cara memasak. Kemudian relawan atau petugas akan mencatat berapa jumlah KK yang membutuhkan.

Baca Juga: Inilah Indikator Suatu Daerah Bisa Praktikkan New Normal ala Gugus Tugas Corona

Baca Juga: New Normal Sedang Dikaji, Pemkot Balikpapan akan Perkuat 3 Sektor Pelayanan Publik Ini

"Nanti dikasih data ke Kami tinggal masak," ucapnya.

Menu makanan yang dibutuhkan tergantung ketersediaan bahan yang dimiliki.

"Bahan bisa dapat dari bantuan pemerintah, relawan sama donatur," katanya.

( TribunKaltim.co )

Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved