Virus Corona

Kabar Gembira, Vaksin Corona Bisa Tersedia Tahun Ini, Bukan Dibuat AS atau China Tapi Negara Ini

Ada kabar gembira di tengah pandemi covid-19 yang masih melanda dunia, uji coba vaksin ke manusia telah dilakukan.

Editor: Doan Pardede
(STR/AFP)/China OUT (AFP/STR)
VAKSIN CORONA - (ilustrasi) Seorang paramedis laboratorium menguji sampel virus di Laboratorium Hengyang, Provinsi Henan pusat Kota Cina. Rabu (19/02/2020). 

"vaksin itu mukjizat dan mampu melindungi penduduk dari penyakit kronis ini. Saya sangat optimis hal itu bisa terwujud," katanya.

vaksin yang diuji coba di Melbourne merupakan pilihan dari kelompok 30 potensi vaksin yang telah ada.

• Kontrak dengan NET TV Berakhir, Sule Pindah ke Stasiun Televisi Lain, Bagaimana Nasib Andre Taulany

• cara Daftar Sensus Penduduk online, Terakhir 29 Mei 2020, Segera Login di www.sensus.bps.go.id

Telah banyak lembaga pengembangan vaksin covid-19 diseluruh dunia.

Hanya belasan dari ratusan lembaga pengembangan vaksin covid-19 yang telah mencapai uji coba ke manusia, China, Amerika Serikat (AS), dan Eropa.

Metode pengembangan yang digunakan berbeda-beda, hal ini yang menyebabkan belum diketahui apakah setiap uji coba tersebut akan aman dan efektif.

Pengembangan vaksin oleh lembaga pengembangnya sebagian besar bertujuan untuk melatih sistem kekebalan tubuh manusia dalam mengenali proteinyang mengikat permukaan luar virus covid-19.

Tujuan lain dari vaksin adalah mempersiapkan tubuh untuk bereaksi jika mengalami infeksi yang sebenarnya.

Metode lain yang digunakan oleh lembaga pengembang vaksin adalah menggunakan kode genetik dari protein virus covid-19. Pengembangan vaksin juga dilakukan dengan menggunakan virus tak berbahaya untukmendapatkan informasi tentang protein virus.

Namun pengembangan vaksin yang lebih lazim berasal dari virus covid-19 yang telah mati.

Novavax melakukan uji coba dengan menambahkan cara baru yang disebut dengan vaksin rekombinan, yaitu menggunakan rekayasa genetika untuk menumbuhkan duplikasi protein virus corona yang tak berbahaya di laboratorium.

Infeksi Corona Melonjak Lagi, Korsel Kembali Lakukan Pembatasan Sosial, Pembukaan Sekolah Ditunda

WHO Peringatkan Potensi Puncak Kedua Virus Corona, Bakal Lebih Bahaya Dibanding Puncak Pertama

Novavax mendapatkan dana 388 juta dolar AS (sekitar Rp 5,7 triliun) dari sebuah lembaga epidemi di Norwegia untuk pengembangan vaksin ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved