Jumat, 1 Mei 2026

Virus Corona

Berapa Biaya Perawatan Pasien covid-19? Erick Thohir Beri Bocoran Lebih Mahal Jika Ada Penyakit Lain

Berapa biaya perawatan pasien covid-19? Erick Thohir beri bocoran lebih mahal jika ada penyakit lain

Tayang:
Editor: Rafan Arif Dwinanto
South China Morning Post via Intisari
RAHASIA CHINA TERKUAK - Kegiatan di lab Wuhan tempat yang dicurigai bocorkan virus Corona pertama kali 

TRIBUNKALTIM.CO - Berapa biaya perawatan pasien covid-19? Erick Thohir beri bocoran lebih mahal jika ada penyakit lain.

Biaya yang diperlukan untuk merawat pasien positif Virus Corona atau covid-19 ternyata tak sedikit.

Menteri BUMN Erick Thohir pun berharap masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Pasalnya, biaya perawatan covid-19 yang cukup mahal itu ditanggung negara, berapa biayanya?

Erick Thohir mengungkapkan perkiraan biaya perawatan pasien covid-19.

Biaya pengobatan pasien covid-19 tersebut harus ditanggung oleh pemerintah.

Pukul Warga yang Langgar PSBB Pakai Rotan, Polisi Ini Langgar Arahan Idham Azis, Begini Nasibnya

 Kabar Gembira, Kalbe Farma Uji Klinis Vaksin Virus Corona ke Manusia di Indonesia, Digelar Juni 2020

 Anies Baswedan Pilih Warga Miskin Dibanding PNS, Bukan Potong KJP, Tapi Pangkas 25 Persen Tunjangan

"Kalau kita lihat dari data-data, kena covid itu per orang bisa Rp 105 juta.

Kalau yang ada penyakit tambahan Rp 215 juta kalau enggak salah.

Mahal banget,” ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (29/5/2020).

Oleh karena itu, Erick Thohir meminta masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan selama menjalani situasi new normal.

Ia yakin bila masyarakat disiplin, maka Indonesia bisa cepat melalui masa pandemi covid-19.

Erick Thohir mengatakan, masyarakat Indonesia akan menghadapi situasi kenormalan baru atau new normal dalam waktu yang lama.

Sebab, selama belum ditemukannya vaksin covid-19, masyarakat harus tetap hidup dengan situasi new normal.

“Memang new normal harus kita hadapi cukup lama. Selama vaksinnya belum ditemukan.

Mohon maaf juga vaksinnya itu harus diproduksi, habis diproduksi harus didistribusi, abis itu baru disuntik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved