Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Masih Rawan dan Kasus Covid Cenderung Meningkat, New Normal Belum Bisa Diberlakukan di Kubar

“Jadi, Pemkab Kutai Barat akan memperpanjang status darurat bencana non alam di Kutai Barat, dan belum memberlakukan kebijakan new normal,”

HUMASKAB KUBAR
RAPAT EVALUASI - Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan didampingi Asisten I Setkab Misran Effendy, Wakapolres Kompol Sukarman, memimpin rapat evaluasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kantor Bupati Kubar, Sabtu (30/5/2020). 

SENDAWAR- Tatanan kenormalan baru atau new normal yang akan dilaksanakan oleh beberapa kabupaten/kota di Indonesia dan Kalimantan Timur, ternyata belum bisa diberlakukan di Kabupaten Kutai Barat.

Keputusan ini diambil setelah Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kubar, mencermati perkembangan dan melakukan rapat evaluasi di ruang diklat Kantor Bupati, Sabtu (30/5/2020). Rapat evaluasi tersebut dipimpin Wakil Bupati, Edyanto Arkan.

Kepala Dinas Kesehatan, Ritawati Sinaga, mengatakan saat ini di Kutai Barat yang terpapar Covid-19 ada 21 kasus dengan rincian 7 orang dinyatakan sembuh dan boleh pulang.

Sementara 14 orang masih dalam perawatan medis di RS Pratama Linggang Bigung, sudah merapid test 2.650 orang, dan proses swab 45 kasus masih menunggu hasil dari Surabaya.

Berdasarkan evaluasi kasus Covid-19 di Kutai Barat, ternyata masih rawan dan cenderung meningkat, kesadaran masyarakat masih kurang, dan banyak warga yang belum taat melaksanakan protokol kesehatan.

“Jadi, Pemkab Kutai Barat akan memperpanjang status darurat bencana non alam di Kutai Barat, dan belum memberlakukan kebijakan new normal,” tegas Wakil Bupati Edyanto Arkan.

Ditambahkannya, hal ini dilakukan supaya pemerintah dan masyarakat memiliki satu pemahaman. Sebab masyarakat melihat di media massa, wabah covid-19 ini menurun.

Padahal itu di daerah lain yang masyarakatnya berdisiplin tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan. Sementara di Kubar belum ada gambaran yang signifikan ke arah menurunnya kasus Covid-19.

“Untuk itu perlu perpanjangan status darurat bencana non alam di wilayah Kutai Barat. Hal ini penting, agar lebih intensif sosialisasi pencegahan penyebaran covid-19 kepada masyarakat sebagaimana diharapkan dan untuk legalitas dalam penggunaan anggaran,” ujar Wakil Bupati.

Sementara Wakapolres Kubar Kompol Sukarman, menuturkan tim keamanan di Kutai Barat telah melakukan sosialisasi dan penertiban masyarakat agar menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga kesehatan dan menjaga jarak. Namun tingkat ketaatan masyarakat masih rendah.

“Kami harapkan kerjasama semua pihak untuk menumbuhkan kesadaran memutuskan penyebaran covid-19 ini mulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga dan masyarakat, dengan mengedepankan protokol kesehatan sebagai gaya hidup sehari-hari. Ini kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan yang diharapkan,” tandas Kompol Sukarman.(adv/hms36)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved