Senin, 13 April 2026

Konflik China dan Amerika Serikat Jadi Keuntungan Korea Selatan, Dubes Sesumbar Hal Ini

Konflik China dan Amerika Serikat jadi Keuntungan Korea Selatan, Dubes Lee Soo-hyuck sesumbar bebas dari paksaan untuk memilih

Kolase TribunKaltim.co / freepik.com
Konflik China dan Amerika Serikat Jadi Keuntungan Korea Selatan, Dubes Sesumbar Hal Ini 

TRIBUNKALTIM.CO - Konflik China dan Amerika Serikat jadi Keuntungan Korea Selatan, Dubes Lee Soo-hyuck sesumbar bebas dari paksaan untuk memilih.

Tak cuma soal Virus Corona, hubungan China dan Amerika Serikat terus memanas.

Kini Amerika Serikat dan China mulai saling ikut campur urusan negera satu sama lain.

Termasuk Amerika Serikat yang menyoroti kebebasan sipil di Hong Kong yang tengah ditangani China.

Babak Baru Ketegangan Amerika vs China, Donald Trump Larang Maskapai Ini Masuk AS, Tiongkok Duluan

India Nyaris Perang dengan China, Rusia Dilema, Cemburu Mitranya Dekat dengan Amerika Serikat

Klaim Beijing Atas Laut China Selatan, Negara Indonesia Ikut Protes

Kendati demikian, konflik Amerika Serikat dan China justru menjadi keuntungan bagi Korea Selatan.

Duta Besar Korea Selatan untuk Amerika Serikat (AS) mengatakan, negaranya sekarang berada dalam posisi untuk "memilih" antara negara Donald Trump dan China di tengah persaingan yang semakin ketat.

"Sudah jelas, dalam tatanan internasional baru era pasca-corona, persaingan Amerika Serikat China akan memegang tempat yang signifikan," kata Duta Besar Korea Selatan untuk Amerika Serikat Lee Soo-hyuck dalam konferensi pers virtual, Rabu (3/6/2020).

Menurutnya, kini Korea Selatan dalam posisi bebas tak ada paksaan.

Sebelumnya, posisi Korea Selatan cukup sulit lantaran berada di tengah-tengah Amerika Serikat dan China dalam hubungan luar negeri.

Korea Selatan dainggap sebagai sekutu Amerika Serikat, namun di sisi lain, Negeri Ginseng juga mitra bisnis China.

"Saya merasa bangga, kami sekarang adalah negara yang bisa memilih (antara Amerika Serikat dan China ), tidak dipaksa untuk memilih," ujarnya seperti dikutip Yonhap.

"Seperti yang kami lakukan dalam tanggapan kami terhadap Virus Corona, jika kami dengan bijak menyelesaikan berbagai masalah sejalan dengan kepentingan nasional kami, berdasarkan pada demokrasi, partisipasi masyarakat, hak asasi manusia, dan keterbukaan, saya percaya kami akan bisa meningkatkan ruang diplomatik kami di masalah internasional utama," kata Lee.

Undangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Korea Selatan untuk menghadiri KTT G7 atau Kelompok Tujuh yang diperluas adalah contohnya.

Presiden Donald Trump mengundang Korea Selatan, Australia, India, dan Rusia ke KTT G7.

"Itu mencerminkan perubahan paradigma dalam tatanan dunia," ujarnya.

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved