Konflik China dan Amerika Serikat Jadi Keuntungan Korea Selatan, Dubes Sesumbar Hal Ini
Konflik China dan Amerika Serikat jadi Keuntungan Korea Selatan, Dubes Lee Soo-hyuck sesumbar bebas dari paksaan untuk memilih
"Jika KTT G11 atau G12 diwujudkan, itu akan menjadi titik balik penting bagi tatanan baru di era pasca-corona".
Dilaporkan bahwa Korea Selatan telah menerima undangan untuk mengambil bagian dalam membentuk dan mengelola tatanan dunia baru itu.
Terkait Semenanjung Korea, Lee menyebutkan, Korea Selatan dan Amerika Serikat terus berkomunikasi mengenai pembagian beban dan masalah di wilayah tersebut.
"Terutama ketika menyangkut Korea Utara atau program nuklirnya, Korea Selatan dan Amerika Serikat mengadakan diskusi yang bermakna untuk memastikan kami dapat menanggapi situasi apa pun," katanya.
KTT G7 Ditunda
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan menunda KTT G7 yang semula akan digelar akhir Juni dan memperluas daftar negara-negara yang diundang dalam pertemuan ini, termasuk Australia, Rusia, Korea Selatan dan India.
Mengutip Reuters, Minggu (31/5/2020), berbicara kepada wartawan di Air Force One saat kembali ke Washington dari Cape Canaveral di Florida, Donald Trump mengatakan G7 dalam format yang ada saat ini sudah ketinggalan zaman.
"Saya menunda ( KTT G7 ) karena saya merasa bahwa sebagai G7 itu tidak benar-benar mewakili apa yang terjadi di dunia," ujar Donald Trump seperti dikutip Reuters.
Tak jelas apakah keinginan Donald Trump untuk mengundang negara-negara di luar G7 adalah upaya untuk memperluas anggota G7 secara permanen atau tidak.
Namun, pada beberapa kesempatan sebelumnya, ia menyarankan agar Rusia dimasukkan dalam anggota negara G7 mengingat kepentingan strategis global Moskow.
Juru bicara Gedung Putih Alyssa Farah mengatakan Trump ingin membahas China di KTT G7.
Donald Trump telah menyerang Beijing atas penanganan pandemi Virus Corona, yang dimulai di China, dan pada hari Jumat ia memerintahkan pemerintahannya untuk memulai proses mengakhiri perlakuan khusus Amerika Serikat untuk Hong Kong sebagai pembalasan atas keputusan China untuk memberlakukan undang-undang keamanan baru pada mantan Koloni Inggris.
• Presiden Donald Trump Dikritik Keras Pemuka Agama Sampai Eks Kepala Pentagon dalam Tangani Kerusuhan
Keputusan itu merupakan poros dramatis bagi Donald Trump, yang berusaha menjadi tuan rumah kelompok negara-negara industri utama di Washington sebagai ajang unjuk diri bahwa Amerika Serikat kembali normal setelah epidemi Virus Corona, yang telah menewaskan lebih dari 103.000 orang Amerika hingga saat ini.
Donald Trump membatalkan pertemuan KTT G7 secara langsung yang dijadwalkan Maret lalu ketika virus menyebar, tetapi baru-baru ini berusaha untuk menghidupkannya kembali.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mendukung gagasan pertemuan langsung, menurut Gedung Putih, tetapi Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menolak untuk mendukungnya, dengan mengatakan ada terlalu banyak pertanyaan terkait kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/china-amerika-serikat-korsel-05062020.jpg)