Kisah Pilu di Balik Helikopter TNI AD Jatuh: 2 Kali Mendaftar Tak Lulus, Puasa Hebat Sampai Diterima
Pria asal Sleman itu gugur saat helikopter TNI AD jatuh dan meledak, setelah berhasil menggapai mimpinya sebagai seorang prajurit negara.
"Keluarga mendapat kabar sekitar pukul 16.30 WIB kemudian keluarga memastikan," tutur Suwandi.
Kaget, tak menyangka, hingga merasakan kepedihan mendalam begitu keluarga mengetahui Fredy menjadi korban meninggal usai helikopter meledak.
Dimakamkan secara militer

Almarhum Kapten Cpn Fredy Vebryarto Nugroho dimakamkan pada Minggu (7/6/2020) di Pemakaman Sayonoloyo Puri Pangayunan.
Pemakaman berlangsung dengan tata cara militer.
Adapun Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) Mayor Jenderal Teguh Pudjo Rumekso menjadi inspektur upacara pemakaman Kapten Fredy.
"Telah gugur prajurit terbaik kita almarhum Kapten Cpn Fredy Vebryarto Nugroho. Semoga arwahnya bisa diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," ungkap Teguh.
Bagi rekan-rekannya, Fredy merupakan sosok yang mudah bergaul dengan siapa saja.
"Dari teman-temanya yang sehari-hari bergaul dengan almarhum, almarhum orang yang baik, disiplin, ramah, dan mudah bergaul dengan teman-temanya. Jadi kami semua juga sangat kehilangan dengan kepergian almarhum," tandas dia. Sumber: Kompas.com
(Penulis : Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma | Editor : Dheri Agriesta)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tiga Kali Mendaftar TNI AD, Puasa Hebat sampai Diterima"