Kisah Pilu di Balik Helikopter TNI AD Jatuh: 2 Kali Mendaftar Tak Lulus, Puasa Hebat Sampai Diterima
Pria asal Sleman itu gugur saat helikopter TNI AD jatuh dan meledak, setelah berhasil menggapai mimpinya sebagai seorang prajurit negara.
TRIBUNKALTIM.CO - Ternyata ada kisah pilu di balik peristiwa helikopter jenis MI-17 bernomor registrasi HA 5141 milik TNI-AD jatuh di Kendal pada Sabtu (6/6/2020).
Kisah ini tentang perjuangan hebat almarhum Kapten Cpn Fredy Vebryarto Nugroho (36) demi masuk TNI AD.
Fredy berjuang keras meraih cita-citanya menjadi seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD).
Pria asal Sleman itu gugur saat helikopter meledak, setelah berhasil menggapai mimpinya sebagai seorang prajurit negara.
• Peringkat Terbaru Elektabilitas Partai Politik, Partai Megawati Terjun Bebas, Partai Berkarya Naik
• Usia Peserta yang Lewat 35 Tahun Gara-gara SKB CPNS Ditunda Gugur atau Masih Bisa Ikut? Ini Kata BKN
• Anies Baswedan Tak Main-main, Jika PSBB Transisi Jakarta Gagal Warga Siap-siap Kembali di Rumah Saja
Tiga kali mendaftar, tak pernah patah semangat
Paman Kapten Cpn Fredy, Suwandi, mengenang kembali tetesan peluh keponakannya demi menjadi tentara.
Suwandi bercerita, pria lulusan sajana Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu tiga kali mendaftar sebagai anggota TNI.
Fredy tak patah semangat, meski dua kali tesnya gagal.
"Sebelum diterima itu puasa hebat, sampai diterima," kata dia.
Setelah mendaftar untuk kali ketiga, Fredy akhirnya mewujudkan impiannya menjadi anggota TNI.
"Tekadnya itu luar biasa, sampai tiga kali (mendaftar) baru diterima, semangatnya luar biasa," tutur Suwandi mengenang keponakannya.