Kisah Pilu di Balik Helikopter TNI AD Jatuh: 2 Kali Mendaftar Tak Lulus, Puasa Hebat Sampai Diterima
Pria asal Sleman itu gugur saat helikopter TNI AD jatuh dan meledak, setelah berhasil menggapai mimpinya sebagai seorang prajurit negara.
Pulang setiap Jumat sore
Di mata Suwandi dan keluarganya, Fredy adalah sosok yang mencintai keluarga.
Meski telah memiliki rumah di Semarang.
• Gaji ASN/TNI/POLRI/Swasta Dipotong 2,5 Persen/Bulan, Karyawan Gaji Rp 5 Juta Kena Rp 325 Ribu/Bulan
• TNI dan Polri Ajak Warga Balikpapan Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Tanam Kangkung dan Ternak Lele
Namun ia rutin pulang ke kampung halamannya di Sleman untuk mengunjungi sanak saudara.
"Setiap Jumat sore pulang, selalu menyambangi saudara-saudaranya," kata dia.
Fredy juga disebut sebagai anak yang rajin beribadah.
"Fredy ini anak yang luar biasa, senang prihatin. Anak ini luar biasa, baik sekali anak ini, anak soleh," ujar dia.
Tewas dalam insiden ledakan helikopter

Suwandi dan keluarga tak menyangka nama Fredy masuk dalam daftar korban jatuhnya helikopter MI-17 di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (6/6/2020) lalu.
Saat itu keponakannya diketahui sedang menjalankan misi latihan terbang sebagai bagian dari program Pendidikan Calon Perwira Penerbang 1.
Kabar duka itu sampai di telinga keluarga Fredy pada Sabtu (6/6/2020) sore.
• Viral Babinsa Mengajar Anak-anak, Mabes TNI Minta Dandim 0906 Tenggarong Beri Apresiasi
• Inilah Spesifikasi Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal, Buatan Pabrik Rusia