Pilkada Samarinda
Honor Badan Adhoc KPU Kota Samarinda Kalimantan Timur Naik. Berikut Rinciannya
Dwi Haryono mengatakan terjadi peningkatan sebesar Rp 300 sampai 500 ribu per anggotannya. Ia mengatakan kenaikan ini bukanlah diakibatkan pandemi
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - KPU Samarinda menaikkan honor badan adhoc yang ada. Hal tersebut diutarakan Komisioner KPU Samarinda Divisi Perencanaan Program, Data dan Informasi, Dwi Haryono, Minggu (21/6/2020).
Dwi Haryono mengatakan terjadi peningkatan sebesar Rp 300 sampai 500 ribu per anggotannya. Ia mengatakan kenaikan ini bukanlah diakibatkan pandemi Covid-19.
Justru kenaikan ini merupakan aspirasi KPU tiap daerah untuk memberikan kesejahteraan pada badan adhoc KPU di tiap daerah. "Tuntutan kemarin kerjaan berat dan para anggota mengeluh dan banyak yang sakit. Usulan ini berlaku seluruh Indonesia. Jadi ada keseragaman di seluruh Indonesia," ucapnya.
Dari data yang didapat Tribunkaltim.co untuk anggota panitia pengawas kecamatan ( PPK ) naik sebesar Rp 300 ribu. Jadi honor anggota PPK yang sebelumnya Rp 1,9 juta naik menjadi Rp 2,2 juta. Sementara untuk ketua PPK yang sebelumnya Rp 2,2 juta menjadi Rp 2,5 juta perbulan.
Baca juga; Siaran Langsung Gerhana Matahari Cincin Siang Ini, Mulai Sekarang dari Medan, Link Live Streaming
Baca juga; Ini Respon Walikota Bontang Tanggapi 2 Pekerja TA Pabrik Pupuk Kaltim Positif Covid-19
Sementara untuk anggota Panitia Pemungutan Suara ( PPS ) yang sebelumnya Rp 1,150 juta menjadi Rp 1,3 juta. Kemudian untuk ketua PPS sebelumnya Rp 1,2 juta naik menjadi Rp 1,5 juta.
Sebelumnya pelaksanaan Pilkada 2020 serentak kembali bergulir. Setelah pelantikan PPK dan PPS, KPU Kota Samarinda kembali melanjutkan tahapan Pilkada yang sempat tertunda diakibatkan lockdown.
Bahkan lanjutnya pilkada ini tentu merubah struktur anggaran selama Covid-19 ini. Komisioner KPU Kota Samarinda divisi Divisi Perencanaan Program, Data dan Informasi, Dwi Haryono, Minggu (21/6/2020) mengatakan akan ada peningkatan anggaran sebesar Rp 5,1 Miliar.
Baca juga; Sudah Buka, Hasil Rapid Test Tentukan Nasib Pedagang di Lang-Lang Bontang, Sepak Bola Belum Boleh
Baca juga; Diperkirakan Terjadi Sore Nanti di Indonesia, Begini Tata Cara Salat Gerhana Matahari Cincin
Anggaran diakibatkan oleh beberapa faktor. Penambahan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) serta kebutuhan adhoc menjadi alasan bertambahnya anggaran pilkada selama pandemi Covid-19. "Diluar APD kemarin Kita ajukan penambahan 5,1 Miliar pembahasan TAPD kemarin sudah disetujui," ucapnya.
Sementara itu jumlah TPS bertambah dikarenakan mengurangi kepadatan calon pemilih dalam satu TPS. Tujuannya tak lain tak bukan demi mencegah penularan Covid-19 saat pencoblosan nanti. Diperkirakan TPS bertambah dengan total sekitar 2028 TPS.
"Rencananya 1582 Kita petakan awal Karena Pemilu ditengah covid pemilih sekitar 500 (pemilih) per TPS jadinya Kita tambah," katanya. Saat ini anggaran belum dicairkan. Sebab, pihak menunggu revisi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang dibuat oleh pemkot Samarinda.(Jnp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/naik-gaji.jpg)