Selasa, 21 April 2026

Virus Corona di Bontang

Ini Respon Walikota Bontang Tanggapi 2 Pekerja TA Pabrik Pupuk Kaltim Positif Covid-19

Perbaikan dan perawatan pabrik wajib jalan. Ini dalam rangka kedaulatan pangan. Atas nama Pemkot Bontang, saya suport kegiatan produksi Pupuk Kaltim

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Walikota Bontang Neni Moerniaeni 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Walikota Bontang, Neni Moerniaeni menanggapi kabar terkait 2 tenaga kerja Turn Around ( TA ) pabrik PT Pupuk Kaltim yang terkonfirmasi positif beberapa waktu lalu.

"Perbaikan dan perawatan pabrik wajib jalan. Ini dalam rangka kedaulatan pangan. Atas nama Pemkot Bontang, saya suport kegiatan produksi Pupuk Kaltim dan TA wajib jalan,” ujarnya.

Perbaikan dan perawatan pabrik wajib dijalankan untuk mendukung kelancaran produksi PT Pupuk Kaltim.

Dari pantauannya, tenaga kerja asal Sidoarjo Jawa Timur tersebut datang ke Bontang dengan mematuhi protokol kesehatan, bahkan sebelum menginjakka kaki di Kalimantan Timur.

“Tenaga kerja punya hasil pemeriksaan swab negatif (sebelum terbang ke Kaltim), isolasi selama 14 hari (di Bontang). Semua sudah dilakukan sesuai standar penanganan Covid-19,” jelasnya.

Baca juga; 3 Kali Dibobol Sejak 2018, Ternyata Pelakunya Penjaga Malam Perpusda Bontang

Baca juga; Pasien SR Ingin Pulang ke Makassar Tapi Hasil Uji Swab Ternyata Positif Covid-19

Namun pada hari ke-12, dua di antaranya mengeluh sakit. Gejalanya batuk dan demam. Setelah dirapid tes, hasilnya reaktif. Dilakukan uji swab, hasilnya tegak positif Covid-19.

Pemberitaan sebelumnya, program perbaikan dan perawatan pabrik secara berkala atau Turn Around ( TA ) Pupuk Kaltim wajib jalan. Kendati saat ini 2 calon tenaga kerja perusahaan pemenang tender proyek tersebut terjangkit Covid-19.

Sekretaris Perusahaan ( Sekper ) Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo menguraikan 2 poin penting terkait urgensi pelaksanaan kegiatan TA di pabrik Pupuk Kaltim.

Pertama, pihaknya menjalankan instruksi presiden Republik Indonesia dalam hal dukungan kedaulatan dan ketahanan pangan. Lantaran, Pupuk Kaltim merupakan salah satu anak perusahaan Pupuk Indonesia yang diminta pemerintah memastikan ketersediaan pupuk di tengah kenormalan baru yang digagas saat ini, akibat pandemi Covid-19.

"Pemerintah meminta industri terkait kebutuhan pokok masyarakat tetap berproduksi. Meningkatkan atau mempertahankan ketahanan pangan tersebut," ujarnya, Jumat (19/6/2020) di ruang rapat Disnaker Bontang.

Selanjutnya, mengingat pabrik Pupuk Kaltim beroperasi penuh selama 24 jam. Memang diperlukan pemeliharaan berkala lewat jadwal teknis setiap tahunnya.

"Untuk preventif maintenance. Menghindari item pabrik yang sewaktu-waktu bisa rusak. Ini wajib dilakukan semua pabrik pupuk dunia," katanya.

Bila pihaknya tak melaksanakan kegiatan TA di pabrik, dikatakan Soesilo, ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi; pabrik rusak dengan sendirinya atau pihaknya tak beroperasi sama sekali.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved