Virus Corona di Bontang
Ini Respon Walikota Bontang Tanggapi 2 Pekerja TA Pabrik Pupuk Kaltim Positif Covid-19
Perbaikan dan perawatan pabrik wajib jalan. Ini dalam rangka kedaulatan pangan. Atas nama Pemkot Bontang, saya suport kegiatan produksi Pupuk Kaltim
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Mathias Masan Ola
Baca juga; Siapkan Pembelajaran Daring, Disdikbud Kukar Jajaki Kerjasama dengan Telkomsel
Baca juga; Live Streaming Gerhana Matahari Cincin Hari Ini Minggu 21 Juni 2020, Bisa Dilihat di 31 Provinsi
"Secara teknis wajib dilakukan pemeliharaan. Kalau pabrik berhenti kita tak bisa laksanakan instruksi presiden tadi. Itu alasan kami wajib melaksanakan TA," ungkapnya.
Banyak pihak yang bertanya, mengapa harus mengambil tenaga kerja dari luar pada saat pandemi saat ini. Sebagian pihak berpendapat resiko orang tersebut jadi carier atau pembawa virus cukup besar.
"Sebenarnya bukan tenaga kerja dari luar, tapi di dalam pabrik ada beberepa pekerjaan dan alat, yang kondisi dan perlakuannya memang khusus. Bisa metodenya khusus, alatnya punya spesifikasi khusus, perlu keahlian khusus," terangnya.
"Sehingga saat kita lakukan tender pengerjaan TA, ada beberapa pekerjaan bisa dimenangkan perusahaan Bontang, ada juga yang dimenangkan perusahaan luar Bontang," sambungnya.
Misal proses loading dan unloading katalis di pabrik, dimana produk hingga metodenya punya kekhususan tersendiri. Beberapa hal itulah yang mendasari pihaknya melaksanakan operasi TA di pabrik. "Itulah kemudian mengapa ada pekerja dari luar kota (Bontang)," ucapnya.
IKUTI >>Update Virus Corona
IKUTI >>Update Virus Corona di Bontang
(Tribunkaltim.co/Fachri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/thr-caiiir.jpg)