Proyek Mangkrak di Kukar
Soal Patung Naga yang Mangkrak, Wakil Ketua DPRD Kukar Sebut Bakal Dibongkar dan Dibangun Ulang
Jika melintasi jembatan Kutai Kartanegara, maka kita bisa lihat pembangunan patung naga di kawasan CBD yang mangkrak.
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Jika melintasi jembatan Kutai Kartanegara, maka kita bisa lihat pembangunan patung naga di kawasan CBD yang mangkrak.
Redesain akan dilakukan, bahkan alokasi anggaran juga sudah disediakan. Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi mengatakan, anggaran dialokasikan sekitar Rp 10 miliar rupiah.
"Sebelumnya (CBD) dikerjakan oleh pihak ketiga. Karena tidak jalan, akan diambil alih oleh pemerintah," kata Alif.
Lelang diperkirakan juga digelar pada tahun ini. Selain alokasi dana dari APBD Kukar, Pemkab juga akan bekerja sama dengan perusahaan atau pihak swasta.
"Jadi nanti perusahaan turut serta melalui program CSR (corporate social responsibility)," kata Alif Turiadi.
Bahkan, perusahaan swasta yang turut membangun, nantinya akan mendapatkan spot untuk turut serta mengelola di kawasan CBD.
Baca juga: Penelitian Dokter Italia Temukan Virus Corona Sudah Sangat Melemah Bisa Hilang Sendiri Tanpa Vaksin
Baca juga: Kehamilan di Balikpapan Meningkat Kala Pandemi Corona, DP3AKB Berencana Bagi-bagi Alat Kontrasepsi
Salah satu yang paling nampak adalah soal pembangunan patung naga yang terbengkalai. Patung tersebut akan dibongkar, untuk dibangun ulang.
"Sudah kami cek juga, hasilnya itu lebih baik dibangun ulang daripada diperbaiki," kata Alif.
Alif Turiadi menjelaskan, jika dibangun ulang anggaran yang digunakan lebih hemat dibandingkan harus memperbaiki patung yang sudah lama terbengkalai.
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara Sunggono menjelaskan terkait rencana desain ulang patung naga di Central Bussines Distirct (CBD) sehingga akan digelar lomba desain untuk dijadikan acuan pembangunan terbaru nantinya di CBD.
Lomba desain patung naga tersebut akan melibatkan stake holder terkait, termasuk pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, akademisi, dan budayawan.
“Yang terbaik termasuk sampai desain detailnya akan kita jadikan pemenang untuk pembangunan itu,” kata Sunggono.
Sebagai informasi, lokasi CBD tak jauh dari jembatan Kutai Kartanegara. Jika dari Samarinda, saat melintasi jembatan, di sebelah kiri jalan nampak dengan jelas kondisi patung naga yang mangkrak pembangunannya.
Proyek CBD dibangun pada Tahun 2015 dengan skema Multi Years Contract (MYC), berjalan hingga 2017 dan hingga kini mangkrak.
Baca juga: Suka Duka Jubir Gugus Tugas Tarakan Kabarkan Covid-19, Tanggal Merah Serasa jadi Hitam Semua
Baca Juga: Besuk Online Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb Berau, Prayitno: Kita Belum Buka Sebelum Ada Perintah
Penataan ulang CBD, menurut Sunggono, akan dimulai pada 2020 ini. Sunggono belum menjelaskan berapa detail anggaran. Pemkab Kukar akan menggandeng pihak swasta.
Sunggono menyebut telah menyiapkan konsep keseluruhan kawasan dan sudah disodorkannya ke perusahaan.
Salah satunya adalah jembatan penyeberangan dari kawasan CBD Tenggarong ke pinggir Sungai Mahakam.
“Alhamdulillah sudah ada yang merespons positif dari PT Eni Muara Bakau . Mungkin jembatan penyeberangan dari CBD ke pinggir sungai itu akan dianggarkan mereka,” kata mantan Camat Muara Badak tersebut. (*)