Virus Corona di Tarakan

Suka Duka Jubir Gugus Tugas Tarakan Kabarkan Covid-19, Tanggal Merah Serasa jadi Hitam Semua

Sudah 3 bulan lamanya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Tarakan laksanakan press release perkembangan covid-19 di Kota Tarakan

Penulis: Risnawati | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Jubir Gugus Tugas Tarakan, dr Devi Ika Indriarti pun menceritakan suka dukanya setiap menyampaikan press release perkembangan covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Sudah 3 bulan lamanya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Tarakan laksanakan press release perkembangan covid-19 di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Terhitung sejak 18 Maret 2020 hingga hari ini, Senin (22/6/20) pun masih terus dilakukan demi transparansi data perkembangan covid-19 di kota Tarakan.

Jubir Gugus Tugas Tarakan, dr Devi Ika Indriarti pun menceritakan suka dukanya setiap menyampaikan press release perkembangan covid-19.

"Kalau setiap saya memberitakan pasien yang sembuh, saya senang berarti kan berkurang pasien covid-19 jadi kita ndak kepikiran kasusnya masih lama.

Baca Juga: Begini Upaya Pemkot Balikpapan Setelah Ada PNS Terkonfirmasi Positif Covid-19

Baca Juga: Tanpa Berharap Developer dan Pemerintah, Warga Pesona Bukit Batuah Balikpapan Semenisasi Ujung Gang

Tapi kalau ada yang kasus positif, waduh bingung sudah saya itu kalau kasusnya nambah karena itu juga akan menambah kegiatan kami, menambah pekerjaan kami, kami harus melakukan tracing kasus kemudian juga harus melakukan disinfeksi dan sebagainya," ungkap dia.

Bahkan Ia mengatakan pada awal-awal merebaknya kasus positif covid-19 di Bumi Paguntaka, tracing kasus dapat dilakukan hingga 7 kasus dalam sehari.

Dan itu sangat cukup melelahkan bagi tim Gugus Tugas Tarakan dalam melakukan kegiatan tersebut.

"Belum lagi sekarang, sejak tanggal 10 Juni itu teman-teman di dinas kesehatan kan melakukan skrining untuk penumpang di Bandara, dan jumlah penumpang itu semakin banyak.

Baca Juga: 60 Km Jalan Tol Menuju Ibu Kota Negara di Penajam akan Dibangun, Ground Breaking Desember 2020

Jadi dalam sehari kadang 200 lebih yang masuk ke Tarakan walaupun tujuan akhirnya ndak semua di Tarakan tapi itu cukup melelahkan bagi teman-teman," terang dia.

Ia berharap, jangan sampai terjadinya kelelahan bagi tim Gugus Tugas Tarakan dalam melakukan kegiatan yang belum diketahui kapan berakhirnya.

"Saya aja merasa ya sejak tanggal 18 Maret itu kayaknya ndak ada hari libur, kayaknya tu tanggalan ndak ada merahnya, hitam semua, setiap saat kan harus melakukan press release.

Ini masih mending waktu setelahnya puasa itu, kita bisa lakukan press release melalui di rumah. Dulu awal-awal setiap hari harus ke kantor (Dinkes Tarakan)" ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved