Banyak Pasien Positif Corona di Kaltim Disumbang Warga Luar, Pengawasan di Bandara Perlu Diperketat

Dengan adanya instruksi Gubernur Kaltim agar warga luar yang mau masuk Kaltim harus mengantongi bukti PCR, Andi berharap kebijakan ini bisa dilaksanak

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
Bandara APT Pranoto bakal diperketat pemeriksaan penumpang dari luar Kaltim, terutama kepemilikan surat bukti PCR yang menyatakan penumpang negatif covid-19 sesuai instruksi Gubernur Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Andi M Ishak mengemukakan, pasien terkonfirmasi Virus Corona kebanyakan disumbang oleh warga dari luar Kaltim.

Sehingga ia berharap, pengawasan diperketat bagi warga dari luar yang masuk ke Kaltim, terutama di tiap bandara.

Dengan adanya instruksi Gubernur Kaltim agar warga luar yang mau masuk Kaltim harus mengantongi bukti PCR, Andi berharap kebijakan ini bisa dilaksanakan oleh seluruh daerah.

Seperti diketahui, belum diterapkan pemeriksaan kelengkapan surat-surat para penumpang pesawat yang mendarat di Bandara APT Pranoto Samarinda mendapat respons dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim, Andi M Ishak mengharapkan, seluruh daerah di Kaltim dapat segera menjalankan kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur Kaltim, pada Rabu (10/6/2020) lalu.

Diketahui, surat Gubernur Kaltim Nomor : 440/3576/B.PPOD.1 mengharuskan seluruh warga dari luar Kaltim mengantongi bukti polymerase chain reaction (PCR) negatif covid-19 atau Virus Corona, sebelum tiba di Kaltim.

“Harapan kami, surat tersebut dapat segera diterapkan setelah ditandatangani Pak Gubernur, dan dikirimkan ke daerah-daerah,” ujarnya saat diwawancara awak TribunKaltim.co melalui telepon selularnya, pada Selasa (30/6/2020).

Andi M Ishak mengemukakan, sebelum akhirnya diterapkan secara menyeluruh ada pelaksanaan sosialisasi dan kesepahaman seluruh pihak yang nantinya terlibat penuh dalam pelaksanaan isi surat bersifat penting dari Gubernur Kaltim itu.

“Dukungan gugus tugas di daerah sangat diperlukan dalam pelaksanaan kebijakan ini. Terlebih, surat ini dikeluarkan merupakan jawaban atas permintaan seluruh daerah di Kaltim,” tuturnya.

Evaluasi dan pengawasan di lapangan soal jalannya kebijakan ini, kata Andi M Ishak, sangat diperlukan agar upaya perlindungan warga Kaltim dari covid-19 atas kebijakan pelonggaran dapat berjalan maksimal.

Halaman
123
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved