Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan, BPBD Berau Petakan Wilayah Rawan dan Siagakan Personel

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Berau mengaku selalu siap siaga menghadapi bencana termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, IKBAL NURKARIM
Kepala BPBD Berau Thamrin 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Berau mengaku selalu siap siaga menghadapi bencana termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.

Kepala BPBD Berau Thamrin menyebutkan untuk antisipasi Karhutla pihaknya telah melakukan rapat dengan stake holder untuk persiapan apel siaga.

Dalam apel tersebut jelas Thamrin akan ditampilkan personel yang akan siaga antisipasi Karhutla juga akan ditampilkan armada yang akan digunakan.

"Terkait dengan kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Berau memang prediksi awal BMKG awal musim kemarau akhir bulan Juli namun bisa kita lihat saat ini masih sering hujan," kata Thamrin, Selasa (21/7/2020).

"Namun demikian BPBD Berau selalu siap siaga dengan bencana apapun termasuk Karhutla. Soal antisipasi Karhutla kami telah melakukan rapat untuk melaksanakan apel siaga akan diundang stakeholder terkait sebagaimana kesiapan kita dalam mengantisipasi dan langkah jika memang terjadi Karhutla," jelasnya.

Baca juga; Jelang Musim Kemarau, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Terbitkan SK Antisipasi Karhutla

Baca juga; Masuk Musim Kemarau, Polres Berau Antisipasi Karhutla, Bupati Muharram: Kita akan Bersinergi

Soal titik atau wilayah yang diantisipasi terjadi Karhutla, menurut Thamrin hampir semua kecamatan di Kabupaten Berau kecuali Kecamatan Tanjung Redeb yang memang tidak memiliki hutan.

Untuk itu pihaknya menyiapkan personel masing-masing kecamatan yang dianggap rawan masing-masing dua atau tiga personel didukung dengan peralatan pemadam jika terjadi Karhutla juga telah dibangun sejumlah posko terpadu Karhutla.

"Jadi personel ini sifatnya mereka stand by namun jika terjadi yang tidak diinginkan maka personel dan peralatan yang ada di Mako kita akan drop ke titik dimana terjadi Karhutla,"

Tahun ini, lanjut Thamrin mendapat tambahan peralatan untuk antisipasi Karhutla yakni 12 unit mobil pemadam kecil tipe slip on dengan kapasitas 600 liter yang akan bergerak ke lokasi kebakaran jika ada terjadi didalam hutan dan di back up mobil tangki.

"Tahun ini pengadaannya ada 12 mobil dan akan ditempatkan di masing-masing Kecamatan kecuali Kecamatan Maratua. Terkait pemetaan wilayah yang sering terjadi Karhutla sebelumnya yakni Kecamatan Tabalar, Tanjung Batu atau Pulau Derawan, Segah, Sambaliung itu yang sering terjadi dan kebakaran cukup besar," tuturnya. (Tribun Kaltim.co/Ikbal Nurkarim)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved