Hari Anak Nasional
Angka Kekerasan pada Anak Terus Meningkat di Kutai Timur, Dinas PPPA Kutim Buka Ruang Konsultasi
Peringatan Hari Anak Nasional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur ( Pemkab Kutim ) Provinsi Kalimantan Timur.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Peringatan Hari Anak Nasional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur ( Pemkab Kutim ) Provinsi Kalimantan Timur, diperingati secara sederhana dengan diikuti para pelajar anggota Forum Anak asal Kabupaten Kutai Timur, Kamis (23/7/2020).
Mengusung tema, Anak Terlindungi, Indonesia Maju, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Kutai Timur, dr Aisyah, mengatakan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Kutai Timur, sampai saat ini masih terus meningkat.
Bahkan baru-baru ini, terjadi lagi remaja berusia 13 tahun dirudapaksa oleh empat pemuda yang tak lain adalah temannya sendiri.
Apa yang terjadi pada anak-anak di Kutim, terutama kekerasan yang dialami mereka menurut saya, karena kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua mereka sendiri.
Baca Juga: Diguyur Hujan, Jalanan di Pesona Bukit Batuah Balikpapan Licin, Warga Inisiatif Beri Bebatuan
Baca Juga: Siswa di Kukar Belum Aktif Belajar, 13 Juli 2020 Jadwal Masuk Sekolah, Masih Perkenalan via Daring
Seperti yang baru-baru ini terjadi, dimana si anak dirudapaksa oleh teman-temannya, ini faktor kurang perhatian dan pengawasan dari orang tuanya.
"Tidak menanyakan kegiatan sehari-harinya dan memantau keberadaan si anak,” ungkap Aisyah kepada TribunKaltim.co.
Untuk itu, kata Aisyah, pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan sosialisasi parenting melalui majelis taklim dan sekolah tentang pentingnya parenting. Sehingga anak-anak ini tahu, minimal melindungi dirinya sendiri dulu.
Baca Juga: Ikuti Kebijakan Pusat, Pemkot Balikpapan Hanya Terima Pasien Covid-19 dengan Kondisi Berat
Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Berau, Tidak Ada Tambahan Kasus PDP, ODP, 9 Pasien Masih Dirawat
“Selain itu, kita sudah membentuk Pusat Konsultasi Keluarga (Puspaga). Hanya saja belum diresmikan. Tapi, kita berharap dengan Puspaga ini, masalah-masalah yang terjadi di masyarakat, seperti minimnya komunikasi antara anak dan orang tua, dapat teratasi. Kami bentuk di tingkat kabupaten dulu. Sebagai tempat konsultasi, baik ibu, bapak maupun anak,” ujar Aisyah.
Baca Juga: BREAKING NEWS Miliki Komorbid Jantung, Satu Pasien Covid-19 di Balikpapan Meninggal Dunia
DPPPA, lanjut Aisyah, juga membentuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).