Virus Corona di Balikpapan

Mall di Balikpapan Dilematis Selama New Normal, Ketua APPBI Kaltim: Ramai Khawatir, Sepi Khawatir

Bisnis pusat perbelanjaan tengah menghadapi imbas negatif dari penyebaran wabah virus Corona atau covid-19.

Penulis: Heriani AM | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI AMIR
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia ( APPBI ) Kalimantan Timur Aries Adriyanto menyebut kerugian yang didapat pusat perbelanjaan di Kota Balikpapan Kalimantan Timur tidak main-main, Senin (13/7/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bisnis pusat perbelanjaan tengah menghadapi imbas negatif dari penyebaran wabah virus Corona atau covid-19.

Imbauan menjaga jarak atau social distancing yang digaungkan oleh pemerintah membuat mal di kota-kota besar sepi pengunjung. Termasuk di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia ( APPBI ) Kalimantan Timur Aries Adriyanto menyebut kerugian yang didapat pusat perbelanjaan di Kota Balikpapan tidak main-main.

Meski begitu, pihak mall juga tidak bisa memaksakan kehendak harus beroperasi seratus persen atau normal seperti semula.

Baca Juga: Terima 18 Hasil Swab, Skrining Satu Pedagang Pasar Pandasari Balikpapan Positif Covid-19

Baca Juga: Hasil Swab Pedagang di Pandansari Positif Covid-19, Walikota Balikpapan Bimbang Tutup Pasar

"Untuk kerugian, pasti ada. Tapi, 'kan kita tidak bisa memaksakan, karena ini keselamatan untuk semua. Pengunjung harus kami jaga, kami batasi 50 persen yang diperbolehkan di regulasi," ujar Aries kepada TribunKaltim.co pada Senin (13/7/2020).

Data yang ia catat, dari bulan Juni ke Juli ini, rata-rata pusar perbelanjaan sudah tumbuh 42 persen untuk pengunjung yang datang di mall Kota Balikpapan. Meski angka itu terbilang meningkat, rasa was-was tetap ada apabila pengunjung melebihi 50 persen.

"Kalau normal, misalnya Plaza Balikpapan, saat normal selama sebulan itu berada di angka 950 ribu. Tapi kalau sekarang kan, masuk new normal pandemi Corona kita harus setengahnya. Jadi, mall ini dilematis. Mall ramai khawatir, mall sepi kamu juga khawatir," jelasnya.

Baca Juga: Kemenag Tarakan Ingatkan Panitia Hewan Qurban Idul Adha Harus Berseragam, Hindari Orang tak Resmi

Jumlah pengunjung yang datang, jelas Aries bisa dilihat dari jumlah kendaraan yang terparkir. Rata-rata pengunjung menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua ketika berkunjung di pusat perbelanjaan.

Selain itu, Aries menyebut kerugian pusat perbelanjaan selama covid-19 ini cukup besar.

Ia menyebut selama bulan April sampai Mei, mal-mal di Kalimantan Timur ini bisa menanggung kerugian Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar per mal.

"(Dana) Cadangan kita habis untuk menutupi dua bulan kemarin," imbuhnya.

ILUSTRASI - Keberadaan Plaza Balikpapan sepi pengunjung kala pandemi Corona di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (23/5/2020) sore. Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau di rumah saja, diberlakukan pengetatan sosial untuk tangkal penyebaran virus Corona.
ILUSTRASI - Keberadaan Plaza Balikpapan sepi pengunjung kala pandemi Corona di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (23/5/2020) sore. Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau di rumah saja, diberlakukan pengetatan sosial untuk tangkal penyebaran virus Corona. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)
Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved