Breaking News:

Pembelajaran Menyenangkan Siswa Berkebutuhan Khusus di Masa Pandemi

PANDEMI Corona mengakibatkan terjadinya perubahan kebijakan secara mendasar terkait pelaksanaan pendidikan di tanah air. Kebijakan belajar di rumah me

ist
Ade Putri Sarwendah, S.Pd,MM, Guru SLB Negeri Balikpapan 

PANDEMI Corona mengakibatkan terjadinya perubahan kebijakan secara mendasar terkait pelaksanaan pendidikan di tanah air. Kebijakan belajar di rumah menjadi tantangankarena harus merubah cara, kebiasaan dan perilaku guru serta siswa dalam proses belajar mengajar selama ini.

Kebijakan ini tentunya menuntut banyak penyesuaian. Tidak ada yang siap menghadapi kondisi ini. Guru dituntut untuk menemukan pola yang tepat bagaimana pembelajaran dari rumah bisa berjalan optimal. Jalan terbaik yang dapat dilakukan saat iniuntuk memfasilitasi proses pembelajaran di rumah di masa pandemi ini adalah dengan pembelajaran dalam jaringan (daring).

Namun bagaimana untuk siswa-siswa kita yang berkebutuhan khusus dalam pembelajaran daring ini? Bagaimana menciptakan pembelajaran daring yang menyenangkan dan memandirikan peserta didik berkebutuhan khusus?Kunci utama optimalnya pembelajaran dari rumah adalah kerjasama dari seluruh pihak yakni guru dan orangtua. Sebagai seorang guru penting membangun komunikasi efektif dua arah antara guru dan orangtua.

Hubungan yang empati, realistik dan fleksibel harus tercipta dan dibangun antara guru dan orangtua. Rasa empati yang dimiliki oleh guru dapat tercipta dengan guru dapat memahami kondisi dari orangtua peserta didik berkebutuhan khusus dirumah yang mana mungkin tidak selamanya orangtua peserta didik bisa mendampingi anak belajar di rumah.

Entah itu karena kondisi yang tidak memungkinkan di rumah atau orangtua yang sedang bekerja. Keadaan inilah yang perlu dipahami. Disampingitu pemberian tugas juga harus realistik dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan belajar anak di masa pandemi ini.

Hubungan yang terbangun antara guru dan orangtua dalam masa belajar dirumah ini juga harus bisa fleksibel, tidak kaku sehingga terbangun komunikasiyang aktif dan efektif untuk mendukung tercapainya pembelajaran yang optimal sesuai dengan kebutuhan peserta didik selama belajar dari rumah.

Perlu diingat bahwa dalam pemberian tugas kepada peserta didik dirumah, tidaksemua orangtua memiliki kemampuan untuk mengajarkan dan menyampaikan materi sesuaiyang ditugaskan kepada putra-putrinya.

Oleh karena itu, guru juga harus bisa menjadi modelbagi orangtua untuk dapat meneruskan informasi berkaitan dengan pembelajaran kepad aputra-putrinya dirumah. Sebisa mungkin sebelum memberikan materi dan tugas, guru harus menjelaskan sedetail mungkin langkah-langkah pembelajaran kepada orangtua, lebih baiklagi apabila dilengkapi dengan voice note (rekaman pembicaraan) dan video tutorialpembelajaran.

Hal ini dimaksudkan agar orangtua bisa terbantu dan mudah dalam menyampaikan maksud pembelajaran bagi putra-putrinya di rumah sehingga orangtua bisa memainkan perannya secara maksimal mendampingi putra-putrinya belajar dirumah.Disamping komunikasi, hal yang tak kalah penting adalah mempersiapkan program pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus di rumah.

Sebagai seorang guru bagipeserta didik berkebutuhan khusus hendaknya dalam menyusun program pembelajaran kitaharus mampu menterjemahkan kurikulum dan mengintegrasikan antara kegiatan akademikdengan kegiatan sehari-hari dan kegiatan alamiah yang biasa dilakukan oleh peserta didikberkebutuhan khusus di rumah.

Halaman
123
Tags
Opini
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved