Minggu, 12 April 2026

Virus Corona di Kutim

Sempat Diduga Suspect, Tuan S di Sangatta Dikubur dengan Prosedur Covid-19

Almarhum dikuburkan dengan prosedur Covid -19 oleh petugas rumah sakit dan tim gugus tugas Kabupaten Kutai Timur di pekuburan Kabo Jaya, Sangatta utar

Editor: Mathias Masan Ola
HO BPBD Kutim
Prosesi penguburan pasien yang sempat berstatus suspect Covid 19. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Tuan S ( 35), warga Desa Sepaso Induk, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, yang sempat menjadi suspect Covid 19, meninggal dunia di RSUD Kudungga, Minggu (2/8/2020). Ia meninggal setelah satu hari dirawat di rumah sakit tersebut.

Almarhum dikuburkan dengan prosedur Covid -19 oleh petugas rumah sakit dan tim gugus tugas Kabupaten Kutai Timur di pekuburan Kabo Jaya, Kecamatan Sangatta Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr Bahrani Hasanal saat ditemui Tribunkaltim.co, Senin (3/8/2020), membenarkan ada pasien yang dikuburkan dengan prosedur Covid -19. Karena ada keluhan batuk dan sesak nafas saat dirujuk ke RSUD Kudungga. Sehingga menjadi suspect Covid -19.

“Awalnya, pasien datang berobat ke Puskesmas Sepaso Induk pada tanggal 30 Agustus lalu. Ia mengeluh demam, sakit pada ulu hati, batuk dan sesak nafas. Dokter melakukan pemeriksaan rapid test, hasilnya reaktif. Sehingga diminta rawat inap dulu. Tapi baru sampai sore hari, pasien ngotot minta pulang, sehingga dipulangkan,” ungkap dr Bahrani.

Baca juga; Pasutri di Sangatta Kepergok Simpan Lima Poket Sabu, Barang Bukti Diselipkan di Lantai Kamar

Baca juga;  Masuk Masjid Agung Al Faruq Sangatta Kutai Timur, Semua Jamaah Lalui Pemeriksaan Suhu Tubuh

Pada 1 Agustus 2020, pasien kembali datang ke Puskesmas Sepaso, dengan keluhan yang sama. Ditambah dengan keluhan lemas. Pihak puskesmas melakukan pengecekan darah. Diketahui, kondisi darah putih meningkat dengan trombosit yang rendah, sekitar 40.000. Pasien pun akhirnya dirujuk ke RSUD Kudungga di Sangatta.

“Sampai di RSUD Kudungga, begitu dicek, trombositnya sudah turun lagi, di angka 20.000. Pasien juga alami batuk dan sesak nafas. Hari itu juga, dokter paru pun melakukan tes swab pada pasien. Namun, Minggu (3/8/2020) pagi, pasien meninggal dunia. Sementara hasil swab baru diketahui hari ini dan hasilnya, negative,” ungkap dr Bahrani.

Penguburan menggunakan prosedur Covid -19, menurut Bahrani, dilakukan karena pasien sempat menjadi suspect, setelah melakukan pemeriksaan swab test. “Meski hasil swab negative, tapi saat meninggal, pasien berstatus suspect, sehingga proses penguburan tetap dilakukan sesuai prosedur Covid -19,” ujar dr Bahrani.(sar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved