Jumat, 10 April 2026

Kebakaran di Samarinda

5 Jam Penanganan Kebakaran di Samarinda, Api Sempat Membesar Kembali

Kebakaran di Jalan Agus Salim, RT 18 dan RT 19, Kecamatan Samarinda Kota, Rabu (5/8/2020) tadi malam memakan waktu 5 jam lebih untuk padam

TRIBUNKALTIM.CO/CHRISTOPER D
Kebakaran terjadi di Jalan Agus Salim RT 18 dan RT 19 Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda Kalimantan Timur, Rabu (5/8/2020).Padatnya pemukiman dan kurangnya air membuat petugas pemadam; relawan gabungan bahu membahu memadamkan api di gang pemukiman warga. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kebakaran yang terjadi di Jalan Agus Salim, RT 18 dan RT 19, Kecamatan Samarinda Kota, Rabu (5/8/2020) tadi malam memakan waktu 5 jam lebih untuk penangananya.

Kebakaran sendiri terjadi sekitar pukul 20.15 Wita dan berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam gabungan sekitar pukul 01.45 Wita.

Sebenarnya api telah berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 Wita, namun api tiba-tiba kembali muncul kembali sekitar 15 menit kemudian yang membuat pemadam harus kembali ke lokasi.

Baca Juga:Kebakaran Masih jadi Tontonan Warga Samarinda, Pemadam Kesulitan Padamkan Si Jago Merah

Baca Juga:BREAKING NEWS Kebakaran Besar Landa Kawasan Permukiman Padat di Samarinda

"Durasi penangannya mencapai 5 jam 35 menit. Ini sudah termasuk dengan munculnya kembali api setelah pemadaman pertama dilakukan," ucap Humas Damkar Kota Samarinda, Heri Suhendra, Kamis (6/8/2020).

Dari data sementara yang dihimpun Damkar, di RT 18 terdapat 12 bangunan terbakar, diantaranya 10 rumah tunggal, dan 2 bangsalan.

Sedangkan di RT 19, terdapat 14 bangunan, diantaranya 11 rumah tunggal.

"Untuk asal api dari salah satu rumah di RT 18, dan untuk detailnya yang nangani pihak kepolisian," jelasnya.

Sementara itu, sejumlah kendala dihadapi petugas pemadam gabungan, mulai dari akses menuju titik api, kerumunan warga, hingga minimnya sumber air.

Bahkan, guna menjangkau titik api yang terdapat di bangunan tinggi, Damkar harus mengerahkan unit kendaraan tangga atau yang biasa disebut Jerapah 1.

"Api muncul di tengah-tengah permukiman, ini sulit kami jangkau, karena untuk menuju titik api akses jalan hanya berupa gang sempit, belum lagi ditambah banyak warga yang berkumpul dan sumber air sangat minim," ucap Sekretaris Damkar Kota Samarinda, Makmur Santoso.

Sementara itu, dari penanganan yang dilakukan oleh PMI Kalimantan Timur dan PMI Kota Samarinda, terdapat sedikitnya sembilan orang yang harus diberikan pertolongan.

Rata-rata sembilan korban tersebut mengalami luka robek akibat terkena pecahan kaca, maupun akibat terjatuh.

"Semuanya tidak sampai dilarikan ke rumah sakit, hanya kita berikan pertolongan pertama saja di lokasi kejadian," Ucap petugas PMI Provinsi Kaltim, Wahyu Dwi Cahyono.

"Kebanyakan yang alami luka relawan dan warga. Tapi semuanya dalam keadaan baik-baik saja," sambungnya. (*)

Baca Juga:Wabup Chairil Anwar Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Muara Kaman

Baca Juga:Hampir 3 Jam Pemadaman Dilakukan, Relawan dan Warga Alami Luka-luka dalam Kebakaran di Samarinda

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved