Muara Muntai Kukar Penghasil Ikan Air Tawar, Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19
Kecamatan Muara Muntai memiliki luas wilayah administratif 928,60 Km persegi terdiri dari 13 desa, 5 dusun yang terbagi dalam 93 RT.
Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Kecamatan Muara Muntai adalah salah satu dari 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang terletak kurang lebih 157 kilo meter arah barat dari Kota Tenggarong dapat ditempuh lewat darat kurang lebih 3 jam perjalanan.
Kecamatan Muara Muntai memiliki luas wilayah administratif 928,60 Km persegi terdiri dari 13 desa, 5 dusun yang terbagi dalam 93 RT.
Kecamatan yang dihuni sekitar 5.713 Kepala Kuluarga ini berada di area dataran sedang hingga rendah sehingga penduduknya mayoritas bermukim di sepanjang aliran sungai Mahakam dan Sungai Muntai serta danau Perian, danau Sepatung dan danau Batu Bumbun.
Maka tidaklah mengherankan jika lebih dari separuh warga Kecamatan Muara Muntai memanfaatkan perairan sungai dan danau sebagai wadah untuk mengais rezeki.
Baca Juga:Bupati Kukar Edi Damansyah Serahkan Bantuan 32 Mesin Ces ke Tiga Kube di Muara Muntai
Baca Juga:Akhir Juli Pemkab Kukar Beri Bantuan Mesin Ces dan Alat Tangkap kepada Nelayan Muara Muntai
Data menunjukkan bahwa tidak kurang dari 1.758 Kepala Keluarga berprofesi sebagai pembudidaya ikan dengan media kolam maupun keramba dan lebih dari 2.163 Kepala Keluarga menggeluti usaha perikanan tangkap.
Kecamatan Muara Muntai dalam satu tahun dapat memproduksi ikan melalui budidaya perikanan sekitar 3.579.85 Ton, sementara untuk perikanan tangkap mampu menghasilkan paling tidak 7.061.88 Ton.
Sehingga jika Kecamatan Muara Muntai yang terkenal sebagai empat jembatan kayu terpanjang juga sangat dikenal sebagai salah satu kecamatan penghasil ikan sungai dan danau di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sekretaris Kecamatan Muara Muntai, Bahruddindalam kesempatan wawancara menjelaskan, di Kecamatan Muara Muntai terdapat tidak kurang dari 2.898 kapal yang digunakan sebagai sarana penangkapan ikan baik di sungai maupun danau.
Di samping itu juga terdapat keramba di sepanjang perairan sekitar 3.242 hektar sebagai sarana budidaya perikanan.
Pandemi Virus Covid-19 yang merebak sejak maret 2020 diberbagai penjuru dunia termasuk Indonesia, Kaltim dan Kutai Kartanegara terkhusus di Kecamatan Muara Muntai tentu berimbas pada berbagai sektor kehidupan.
Hebatnya ucap Bahar, sektor ekonomi yang membuat berbagai daerah terpuruk justru di Kecamatan Muara Muntai hampir tidak berdampak sama sekali, produksi nelayan tetap stabil baik tangkap maupun budidaya.
“Bahkan untuk pemasaran produk justru nelayan kami sering kewalahan memenuhi permintaan para pembeli yang langsung datang ke lokasi tempat pengumpul sebagai tempat nelayan menjual hasil budidaya dan tangkapannya,” ujarnya.
Bahruddin berharap adanya tehnologi menyentuh usaha para nelayan seperti tehnologi benih, tehnologi cool storage dan tehnologi penangkapan yang ramah lingkungan agar sustainable usaha perikanan berkelanjutan dan lain sebagainya dirinya yakin usaha para nelayan akan semakin meningkat dari tahun ke tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kecamatan-muara-muntai-kukar-yang-merupakan-salah-satu-daerah-penghasil-ikan.jpg)