Breaking News:

Virus Corona di Balikpapan

Dampak Pandemi Corona, 50 Persen Pekerja di Pusat Perbelanjaan Kalimantan Timur Kehilangan Pekerjaan

Ratusan pusat perbelanjaan terkena dampak pandemi Corona atau covid-19 di Indonesia. Ada yang tutup total sementara.

Ilustrasi canva/tribunkaltim
Virus Corona atau covid-19. Ratusan pusat perbelanjaan terkena dampak pandemi Corona atau covid-19 di Indonesia. Ada yang tutup total sementara, tutup sebagian, dan membatasi jam operasional. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ratusan pusat perbelanjaan terkena dampak pandemi Corona atau covid-19 di Indonesia. Ada yang tutup total sementara, tutup sebagian, dan membatasi jam operasional.

Hal itu dilakukan untuk membantu menekan penyebaran virus Corona dan menaati pemberlakuan pembatasan aktivitas sosial di sejumlah daerah.

Kendati begitu, menurut Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBBI) Kalimantan Timur Aries Adriyanto, semua mall di tanah Etam sudah beroperasi setelah menerima surat edaran pelonggaran aktivitas sosial ekonomi, termasuk untuk mal. Meski dari segi pendapatan, masih cukup merana.

Tingkat kunjungan, ujar pria berkacamata ini, tidak pernah melebihi 30 persen.

UPDATE Virus Corona di Kutim, Pasien Covid-19 Sisa 16, Hari Ini Delapan Orang Dinyatakan Sembuh

Tracing Kontak Erat Tenaga Kesehatan yang Positif Corona, Sampel Swab 15 Orang Bakal Diperiksa

UPDATE Virus Corona di Penajam Paser Utara, Ruang Perawatan Pasien Covid-19 Masih Tersedia Banyak

Hal ini membuat banyak karyawan, baik tenant-tenant maupun manajemen pengelola, harus mengurangi kuantitas tenaga sumber daya manusia.

"Saat ini untuk karyawan, khususnya di Plaza Balikpapan tinggal 50 persen. Kalau WFH (Work From Home, red) lagi, hanya jadi hanya 25 persen," ujar pria yang juga General Manager Plaza Balikpapan ini, Jumat (14/8/2020).

Pengurangan karyawan ini terjadi sejak bulan Mei 2020. Bukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), namun kontrak yang tidak di perpanjang.

"Secara akumulatif, dari mal mayoritas 50 persen terjadi pengurangan karyawan dan pemotongan gaji," tambahnya.

Lebih jauh, menyikapi jumlah pasien positif di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan yang kian hari kian bertambah, pihak pengelola mal terus memperketat protokol kesehatan.

"Semua dikontrol. Kalau tidak pakai masker dilarang masuk. Itu dari eksternal. Kalau internal, khusus di Plaza Balikpapan, setiap minggu kita semprot disinfektan," pungkasnya.

(TribunKaltim.co)

Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved