Sabtu, 11 April 2026

Berita Nasional Terkini

Harga Emas Dunia Diprediksi Menguat, Emas Antam Turun ke Rp2.090.000 per Gram

Berdasarkan analisis pasar, emas berpotensi menembus level 3.788 dolar AS per troy ounce.

Editor: Yara Tahnia
progresoweekly.us
HARGA EMAS MELONJAK - Ilustrasi emas Antam. Harga emas dunia diprediksi masih berpotensi menguat pada pekan depan. Hal ini terjadi setelah penutupan perdagangan Jumat (19/9/2025) menunjukkan kenaikan ke level 3.684,38 dolar AS per troy ounce. (progresoweekly.us) 

TRIBUNKALTIM.CO - Harga emas dunia diprediksi masih berpotensi menguat pada pekan depan. Hal ini terjadi setelah penutupan perdagangan Jumat (19/9/2025) menunjukkan kenaikan ke level 3.684,38 dolar AS per troy ounce.

Menurut analis ekonomi, Ibrahim Assuaibi, pergerakan harga emas pada perdagangan berikutnya diproyeksikan berada di rentang support 3.668,90 dolar AS hingga resistance 3.696,70 dolar AS per troy ounce.

“Sedangkan dalam satu minggu, harga emas dunia diprediksi kisaran support 3.654,90 dolar AS hingga resistance 3.715,60 dolar AS,” ujar Ibrahim di Jakarta, Minggu (21/9/2025).

Berdasarkan analisis pasar, emas berpotensi menembus level 3.788 dolar AS per troy ounce.

Baca juga: Update Terbaru Harga Emas Antam Hari Ini 21 September 2025 di Logam Mulia

Tidak hanya di pasar internasional, harga logam mulia di dalam negeri juga diprediksi ikut bergerak naik.

Estimasi nilainya bisa mencapai sekitar Rp2.180.000 per gram, menandakan prospek yang cukup menjanjikan bagi para investor emas.

Pergerakan harga emas global sendiri terbentuk dari hasil analisis menyeluruh terhadap berbagai faktor.

Mulai dari kondisi ekonomi internasional, kebijakan moneter, inflasi, hingga situasi geopolitik.

“Baik analisa fundamental maupun analisa teknikal, serta permintaan dan penawaran terhadap emas batangan di dunia,” tutur Ibrahim.

Analis ekonomi Ibrahim Assuaibi menilai, kondisi politik di Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu pemicu fluktuasi harga.

Baca juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini di Balikpapan, Turun ke Angka Rp2.093.000 per Gram

Konflik antara Gedung Putih dan The Fed turut menciptakan ketidakpastian pasar.

Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik juga memberikan tekanan tambahan.

Permusuhan yang masih berlanjut antara Rusia dan Ukraina menimbulkan kekhawatiran mengenai pasokan energi global.

Situasi semakin memanas setelah Estonia melakukan konsultasi dengan anggota NATO usai tiga jet tempur MiG-31 Rusia dilaporkan melanggar wilayah udaranya di atas Teluk Finlandia selama sekitar 12 menit.

Rusia membantah tuduhan tersebut, namun ketegangan kian meningkat karena sebelumnya Polandia dan Rumania yang juga anggota NATO mengklaim wilayah udara mereka sempat dimasuki drone Rusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved