Breaking News:

Jadi Perusahaan Pertama di Kaltim yang Go Publik, Transkon Jaya Bakal Kantongi Rp 93,75 Miliar

Perusahaan penyewaan kendaraan PT Transkon Jaya Tbk akan melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 27 Agustus

MUHAMMAD ROBBANI/BOLASPORT.COM
Perusahaan penyewaan kendaraan PT Transkon Jaya Tbk akan melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 27 Agustus 2020 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Perusahaan penyewaan kendaraan PT Transkon Jaya Tbk akan melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 27 Agustus 2020.

Transkon telah mengantongi penyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 12 Agustus lalu dengan kode TRJA.

Diketahui, perusahaan yang berpusat di Kota Balikpapan ini akan meraup dana segar sebesar Rp 93,75 miliar. 

Menurut Orporate Secretary PT Transkon Jaya, R Alexander J Syauta pada 27 Agustus nanti, PT Transkon Jaya akan tercatat di Bursa Efek Indonesia.

"Hal ini mencatatkan bahwa Transkon Jaya menjadi perusahaan pertama melalui Bursa Efek Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur, dan menempati urutan ke 700 di Bursa Efek Indonesia," ujarnya, Kamis (20/8/2020).

Baca Juga: Bursa Efek Beri Panduan IPO untuk Pengusaha Balikpapan

Baca Juga: Inilah Foto-foto Situasi Pasca Ambruknya Balkon Tower 2 Gedung Bursa Efek Indonesia

Transkon Jaya akan melepas sebanyak-banyaknya 375 juta saham baru ke publik. Dari dana ekspansi itu akan digunakan membangun kantor, workshop, menambah unit dan pemeliharaan.

"Tidak banyak perusahaan di daerah yang go public, utamanya di tengah pandemi covid-19 seperti sekarang," tambahnya.

Ia juga menyebut, kebijakan pemerintah menetapkan Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara baru, menjadi sebuah potensi bisnis baru yang besar. Kendaraan untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang sudah ada di depan mata.

Menurutnya, sebelum pembangunan fisik, pasti akan didahului dengan pembukaan lahan, pematangan lahan, pembangunan jalan, sehingga jasa yang pihaknya tawarkan sangat cocok di lokasi seperti itu.

Pada tahun ini, perusahaan yang berdiri pada tahun 2002 ini juga melakukan ekspansi hampir seluruh pulau utama Indonesia. Perusahaan ini pun mampu bertahan dalam krisis.

"Kecuali NTT dan Bali. Pada bulan Juni, kami merambah Sulawesi Selatan, perusahaan tambang emas," pungkasnya. (*)

Baca Juga: Begini Suasana Nobar Public Expose Live 2019 di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Kaltim

Baca Juga: Gantikan Tito Sulistio, Siapa Figur Pemimpin Baru Bursa Efek Indonesia?

Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved