Selain Kebakaran Gedung Kejagung juga Pernah Diguncang Bom Ketika Periksa Kasus Mega Korupsi
Kebakaran hebat di gedung Kejaksaan Agung bukan kali ini saja terjadi.Ternyata, sudah tiga kali ini kebakaran terjadi
Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
TRIBUNKALTIM.CO - Kebakaran hebat melanda Gedung Kejaksaan Agung ( Kejagung ) pada Sabtu (23/8/2020) malam.
Kebakaran yang terjaid sekitar pukul 19.10 WIB ini menghanguskan hampir separuh bangunan gedung.
Polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab terjadinya kebakaran termasuk memeriksa saksi-saksi
Kebakaran hebat di gedung Kejaksaan Agung bukan kali ini saja terjadi.
Ternyata, sudah tiga kali ini kebakaran terjadi di gedung Kejagung tersebut sejak 1979. Bahkan, salah satunya disebabkan oleh ledakan bom di kamar mandi pada Rabu (5/7/2000).
Akibat ledakan bom tersebut, terjadi kebakaran besar di gedung Kejagung kala itu.
• Disibukkan Rumor Lionel Messi, Barcelona Dapat Musibah, Pemain Baru dari Juventus Positif Covid-19
• Buntut Kebakaran Kejaksaan Agung, Jaksa Agung ST Burhanuddin Terpaksa Mengungsi Pindah Kantor
• VIRAL di Medsos Menteri-menteri Foto Bareng tanpa Masker, Politisi PAN Khawatir Masyarakat Mencontoh
• Cair 24 Agustus 2020, Jokowi Bagikan BLT Rp 2,4 Juta untuk UMKM Tahap 2, Langsung Cek Rekeningmu
Artikel di bawah ini memuat peristiwa kebakaran di gedung Kejagung yang terjadi puluhan tahun lalu.
Di antaranya, saat Kejagung memeriksa kasus korupsi besar.
Kini, kebakaran terjadi lagi di gedung Kejagung di saat bersamaan sedang menyidik kasus pelarian koruptor Bank Bali, Djoko Tjandra dan diduga melibatkan seorang jaksa Kejagung, Pinangki Sirna Malasari, tiga jenderal Polri.
Entah kebetulan atau tidak, hingga kini pihak kepolisian sedang menyelidiki penyebab kebakaran hebat di gedung Kejagung.
19 saksi diperiksa
Saat ini, Polda Metro Jaya telah memeriksa 19 saksi terkait kebakaran hebat di Gedung Utama Kejagung.
Saksi yang diperiksa terbagi ke dalam tiga klaster.
"Kemarin ada 19 saksi yang kita lakukan pemeriksaan.
Ada 19 saksi kita bagi 3 klaster," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (24/8/2020).
