Selasa, 12 Mei 2026

Komisi III Panggil Dinas PU Kukar untuk Evaluasi Ambruknya Jembatan Long Penjalin

Ambruknya Jembatan Long Penjalin di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara dievaluasi Komisi III DPRD Kukar

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SAPRI MAULANA
Ketua Komisi III DPRD Kukar, Andi Faisal 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Ambruknya Jembatan Long Penjalin di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara dievaluasi Komisi III DPRD Kukar.

Legislator memanggil Dinas Pekerjaan Umum (PU). Jembatan Long Penjalin merupakan akses utama menuju Kecamatan Tabang lewat jalur darat.

Jika akses jalur darat tersebut tidak diperbaiki dan kembali terulang, maka akan memberikan dampak kepada 13 desa di Kecamatan Tabang.

“Kita akan memanggil Dinas PU, sudah sejauh mana evaluasinya. Karena ada rencana itu kita mau masukkan di APBD Perubahan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kukar, Andi Faisal.

Baca Juga: Perbaikan Jembatan Penjalin dalam APBD Perubahan, Bupati Kukar Edi Damansyah Targetkan Tahun Depan

Baca Juga: Pemkab Kukar Tindaklanjuti Penanganan Jembatan Penjalin yang Ambruk, Bisa Dibangun Lewat CSR

Politisi Partai Golkar itu menegaskan, perbaikan Jembatan Long Penjalin merupakan salah satu program prioritas.

Untuk itu, Komisi III perlu mengetahui hasil evaluasi yang telah dilakukan Dinas PU Kukar. Tak hanya jembatan di Tabang, DPRD akan meminta penjelasan PU, terkait kondisi seluruh jembatan di Kukar.

Komisi III menjelaskan telah melakukan pemetaan jembatan yang sudah lama dikerjakan.

“Ada beberapa daerah juga membangun jembatannya itu tidak sesuai dengan harapan masyarakat,” kata Andi Faisal.

Apresiasi Warga

Diberitakan sebelumnya, warga membuat jalan alternatif sementara.

Hal itu diketahui DPRD Kukar, saat berkunjung ke lokasi ambruknya jembatan tersebut. DPRD Kukar dipimpin Wakil Ketua Alif Turiadi, bersama jajaran Komisi II DPRD Kukar.

Untuk itu, selain mengapresiasi masyarakat, legislator Kukar juga berkomitmen untuk mendukung perbaikan jembatan untuk mengalokasikan anggaran perbaikan.

Jika tidak ada jalan alternatif dibuat agar kendaraan dapat melintasi jembatan, maka untuk masuk ke Tabang, harus melalui jalur sungai, dengan durasi perjalanan lebih lama.

”Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dibangun oleh masyarakat. Dengan adanya jalan alternatif ini, tentu dapat membantu warga yang ingin melintas," kata Alif Turiadi, beberapa waktu lalu.

Kendati warga telah membangun jalan alternatif, Alif Turiadi menekankan, bahwa perbaikan Jembatan Long Penjalin, harus tetap dilakukan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved