Kamis, 11 Juni 2026

Okupansi Tak Kunjung Membaik, Jaringan Hotel Online di Balikpapan Turut Terdampak

Startup berbasis teknologi di sektor perhotelan, yang dikenal dengan istilah virtual hotel operator ( VHO ) kini menjadi pilihan para pelancong

Tayang:
Penulis: Heriani AM | Editor: Mathias Masan Ola
(dok pribadi)
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI ) Balikpapan Sahmal Ruhip 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Startup berbasis teknologi di sektor perhotelan, yang dikenal dengan istilah virtual hotel operator ( VHO ) kini menjadi pilihan para pelancong.

Selain OYO dan RedDoorz, ada Airy Rooms dan Zenrooms yang termasuk jaringan hotel terjangkau platform online.

Setidaknya tiga tahun belakangan, jaringan hotel murah tadi membawa wajah baru bisnis penginapan di Indonesia. Tak seperti hotel konvensional yang terbilang mahal, hotel-hotel berbasis aplikasi ini memang mengincar pasar kalangan menengah ke bawah.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Balikpapan Sahmal Ruhip menyebut, secara umum di kondisi saat ini tidak cukup membantu tingkat hunian kamar.

"Tidak bisa berbicara banyak soal pengaruh jaringan hotel online tersebut terhadap okupansi hotel. Ekonomi ini belum berangsur membaik, belum normal kembali," ujarnya, Senin (31/8/2020).

Menurut Sahmal, jaringan yang memiliki cabang di mana-mana ini, tidak terlalu berpengaruh pada okupansi. Menurutnya, Balikpapan merupakan kota transit, tetap diminati orang. Di pandemi ini, okupansi berkurang semua. Tidak ada yang mengandalkan pasar online maupun konvensional.

Baca juga; Protokol Kesehatan Bisa Jadi Strategi Pemasaran Hotel di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga; Guru Honorer Perkosa Murid 30 Kali, Modus Bimbingan Belajar Namun Malah Sekap di Hotel 20 Hari

"Namun jika berbicara sebelum pandemi, membuat okupansi hotel konvensional turun. Harga kamar mereka yang lebih murah jelas merusak harga. Persaingan tidak sehat," jelasnya.

Kendati begitu, VHO tersebut dilindungi pemerintah. Sehingga dalam perjalanannya diharapkan ada kebijakan yang mengatur, dan menguntungkan kedua belah pihak.

"Pemerintah harus turun tangan disini. Mengambil kebijakan yang berpihak pada pengusaha lokal," jelasnya.

Ia juga menyebut, banyak kluster yang tercipta dari orang di luar Balikpapan. Harapannya untuk seluruh pelaku jasa penginapan, agar di cek dengan benar tamu yang datang.

"Harapannya masyarakat menunda dulu bepergian," pungkasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved