Breaking News:

Pembelanjaan APBD Kaltim 2020 Sudah Sekitar 50 Persen

Pembelanjaan dana Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah Kalimantan Timur ( APBD Kaltim ) tahun 2020 sekitar 50 persen

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
hai.grid.id
Ilustrasi Uang - Pembelanjaan dana Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah Kalimantan Timur ( APBD Kaltim ) tahun 2020 sekitar 50 persen. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pembelanjaan dana Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah Kalimantan Timur ( APBD Kaltim ) tahun 2020 sekitar 50 persen.

Perihal tersebut disampaikan oleh Muhammad Sa'bani Sekretaris Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Disebutkannya, bahwa penggunaan 50 persen tersebut merupakan APBD Kaltim 2020. Penggunaan dana pun termasuk dalam segala sektor, namun terutamanya di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing - masing.

"Sekitar 50 persen. Itu semua sektor terutama di masing-masing OPD, baik untuk Infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, kemudian prekonomian," ucapnya saat diwawancarai Tribunkaltim.co pada Rabu (2/9/2020) sore.

UPDATE Virus Corona di Berau, 31 Kasus Positif Covid-19 Kini Isolasi Mandiri di Rumah Masing-masing.

Prihatin Kematian 100 Dokter Akibat Corona, Isran Berharap Keperluan Tenaga Medis Segera Dipenuhi

"Itulah sektor-sektor utama yang mana bagian dari RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kaltim," tambahnya.

Di balik mewabahanya Covid-19 yang ada di Kaltim hingga saat sekarang, Dijelaskannya pula untuk 50 persen sisanya tersebut tidaklah di ditahan karena Covid-19, karena katanya sepanjang nantinya apabila ada realisasi di lapangan bisa dicairkan.

"Itu bukan di keep, itukan ada Peraturan Menteri (Permen) sepanjang nanti ada realisasi di lapangan maka dicairkan, bukan di keep,"

Berdasarkan perintah presiden Joko Widodo untuk melakukan belanja daerah agar tidak terjadi resesi, pemerintah akan terus melakukan belanja daerah.

Sehingga sisanya yang 50 persen lainnya nanti akan digunakan untuk pembelajaan.

UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Didominasi Orang Tanpa Gejala, Ada 35 Kasus Pasien Positif Baru

NEWS VIDEO Sanksi Denda Efektif Berlaku, Lebih dari 60 Pelanggar Terjaring Razia

Sehingga nantinya perekonomian di Kaltim tetap berdenyut. Sekaligus menghindari daerah atau negara dari jurang resesi.

"Anggaran terkhusus covid-19 sendiri ada, tapikan anggaran lain harus direalisasikan agar ada stimulus ekonomi. Paling tidak ada sentuhan dari anggaran pemerintah ini, jadi tidak di keep," ujarnya.

Dibeberkannya pula, bahwa semasa adanya Covid-19 ini APBD di Kaltim mengalami penurunan.

"Kalau semasa pandemi ini, sebenarnya penurunan, tidak ada peningkatan. Kalaunya pertumbuhan ekonomi, Triwulan 2 nya itu turun sekitar 5,46 persen," ujarnya.

UPDATE Virus Corona di Berau, Pasien Covid-19 Bertambah 4 Orang, Total 36 Pasien Menjalani Isolasi

Adapun APBD di Kaltim saat ini adalah Rp. 10 Triliun. Disinggung, terkait apakah ada perubahan sewaktu di agenda pembahan perubahan, Muhammad Sa'bani menjawab hal tersebut.

"Kan ada dana Silpa tahun lalu yang kita dapatkan, ada juga tambahan dari hasil refocusing sebelumnya. Kemudian ada juga dari bagi hasil, yang ditransfer dari dana pusat. Tapi belum semuanya, rencana di awal sebelum covid-19," pungkasnya.

(TribunKaltim.co/M Riduan)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved