Breaking News:

PLN Laksanakan Pemeriksaan Peralatan Proteksi Kebakaran dan Simulasi Tanggap Bencana Kebakaran

PT PLN (Persero) UIP Kalimantan Bagian Timur bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kaltimtara melaksanakan simulasi penggunaan alat kebakaran

HO
PT PLN (Persero) UIP Kalimantan Bagian Timur bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Kalimantan Timur dan Utara melaksanakan simulasi penggunaan peralatan proteksi kebakaran. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kamis, 3 Maret 2020, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimra) melaksanakan simulasi penggunaan peralatan proteksi kebakaran yang dilaksanakan di depan halaman kantor.

Dengan protokol prosedur Covid-19 kegiatan dipimpin langsung General Manager Muhammad Ramadhansyah (UIP) dan Sigit Witjaksono (UIW) dimulai pemeriksaan kondisi serta fungsi peralatan yang dimiliki seperti Alat Pemadam api Ringan (APAR), Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) , sistem dan aksesoris hydrant serta perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanggulangan kebakaran.

“Pemeriksaan peralatan proteksi kebakaran merupakan hal wajib yang dilakukan secara berkala sebagai bentuk persiapan dan siaga dalam menghadapi bencana kebakaran,” ucap Ramadhansyah.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh peralatan proteksi kebakaran, kegiatan dilanjutkan dengan melakukan simulasi memadamkan api dengan berbagai peralatan yang tersedia seperti APAR Dry Powder dan CO2 serta teknik penggunaan Fire Blanket.

“Minggu ini merupakan pekan simulasi kebakaran sebagai bentuk komitmen penerapan pelaksanaan K3 di lingkungan PLN,” tambah Sigit

Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan  Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) salah satu pemenuhan aturan tersebut adalah penanggulangan bahaya kebakaran di lingkungan kerja.

PLN sendiri juga telah memiliki Tim Tanggap Darurat yang berfungsi sebagai satuan tugas khusus yang bertanggungjawab terhadap kesiapsiagaan keadaan darurat yang terjadi di lingkungan PLN terkait kondisi yang dapat mengganggu proses operasional perusahaan.

“Kita membekali Tim Tanggap Darurat dengan kompetensi yang memadai mulai dari pelatihan mandiri serta melibatkan pihak eksternal seperti BPBD dan instansi terkait lainnya” Tutup Ramadhan.

PLN sendiri juga aktif memberi edukasi secara rutin mengenai bahaya dan penanggulangan kebakaran kepada masyarakat yang berada di seluruh wilayah kerja perusahaan. (*)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved