Jumat, 12 Juni 2026

Buntut Pernyataan Puan Soal Pilkada Sumbar, Sekjen PDIP Hasto Angkat Bicara! Singgung Sosok Mulyadi

Buntut pernyataan Puan Maharani soal Pilkada Sumatera Barat, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto angkat bicara! singgung sosok Mulyadi, calon gubernur Pilk

Tayang:
TribunKaltim.Co/Muhammad Fachri Ramadhani
Politisi Senior PDIP Kaltim Hasto Kristianto 

Baca juga: Kemenparekraf Luncurkan Protokol 4K di Daya Tarik Wisata

Baca juga: Kenakan Baju Tahanan Oranye, Reza Artamevia: Izinkan Saya Minta Minta Maaf pada Aaliyah dan Zahwa

Sebelumnya, sebagaimana dikutip dari Kompas TV, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Batat Mulyadi dan Ali Mukhni, memutuskan untuk mengembalikan surat keputusan (SK) dari PDI-P yang sebelumnya mengusung mereka.

Pengembalian SK dilakukan keduanya buntut dari pernyataan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani terkait Sumatera Barat, beberapa waktu lalu. Ali Mukhni mengatakan sebelum mengembalikan SK PDI-P, dirinya terlebih dahulu berkomunikasi dengan Mulyadi.

"Kami sudah sepakat bersama Pak Mulyadi, kita kembalikan SK dukungan dari PDIP," kata Ali Mukhni pada Sabtu (5/9/2020).

Seperti diketahui, Puan Maharani melontarkan kata-kata yang menimbulkan reaksi negatif dari warga Sumatera Barat.

Sebab, ia berkata semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung Pancasila.

Baca juga: Bukan Kembalikan SK PDIP, Bacagub Sumbar Mulyadi Bongkar Hal Sebenarnya, Bela Ucapan Puan Maharani

Baca juga: Sri Mulyani Beri Isyarat Indonesia Bakal Resesi, Lakukan 4 Hal Ini Agar Keuangan Tak Terdampak Dalam

Baca juga: Akhirnya Nadya Mustika & Rizki D Academy Berkomunikasi Lewat Medsos, Ada Kata-kata yang Tuai Sorotan

Sementara itu, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku heran karena rakyat Sumatera Barat hingga saat ini belum sepenuhnya mau menerima PDI-P.

Hal ini ia sampaikan ketika memberikan pengarahan kepada pasangan calon Pilkada 2020, Rabu (2/9/2020).

"Kalau saya melihat Sumatera Barat itu, saya pikir kenapa ya rakyat di Sumatera Barat itu sepertinya belum menyukai PDI-P, meskipun sudah ada daerah yang mau ada DPC atau DPD," ujar Mega.

Menurut dia, ini menyulitkan PDI-P ketika menentukan calon kepala daerah di Sumbar. Padahal, kata Mega, banyak pahlawan nasional yang lahir dari Sumbar.

"Kalau untuk mencari pemimpin di daerah tersebut menurut saya masih akan agak sulit," kata dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved