Breaking News:

Bahas Rancangan APBD Perubahan, Enam Fraksi Soroti Empat Perkara

Dengan agenda menghantarkan pandang umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Balikpapan atas nota penjelasan Walikota Balikpapan soal rancangan Perubahan APBD

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan kembali menggelar rapat paripurna, di ruang rapat lantai ll Gedung DPRD, Jalan Jendral Sudirman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dengan agenda penyampaian pandang umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Balikpapan atas nota penjelasan Walikota Balikpapan soal rancangan Perubahan APBD tahun 2020.

"Kami menghantarkan apa yang disampaikan oleh teman-teman dari Fraksi. Atas nota penjelasan Walikota soal rancangan perubahan APBD tahun 2020. Ada enam Fraksi," kata wakil ketua DPRD Balikpapan,Sabaruddin Panrecalle.

Fraksi Golkar dan PDIP, lanjut Sabaruddin, menyoroti tentang masalah pajak dan retribusi. Kemudian penyertaan modal PDAM maupun Bank Pembangunan Daerah (BPD), termasuk juga pendidikan.

Baca Juga: KUA-PPAS Diteken, APBD Balikpapan 2021 Capai Rp 2,2 Triliun, Prioritaskan Penanganan Covid-19

Baca Juga: Pemprov dan DPRD Sepakati Rancangan KUPA-PPAS P-APBD Kaltim TA 2020

"Itu yang teman-teman Golkar dan PDIP soroti. Karena ada beberapa anggaran direncanakan sebesar Rp 2,53 triliun akhirnya turun," ujarnya.

Sementara Fraksi Gerindra juga mempertanyakan tentang silpa APBD tahun 2020 yang tercatat mencapai Rp 200 miliar lebih. Tak luput, juga penyertaan modal PDAM serta BPD.

"Karena itu adalah penyertaan modal. Ini yang diminta secara akuntabilitas dan penjelasan yang lebih detail kepada masyarakat Kota Balikpapan," ungkapnya.

Begitu juga dengan Fraksi PKS. Menyoroti tentang Bantuan Sosial (Bansos) yang digelontorkan Rp 45,6 miliar. Diminta secara akuntabilitas juga kepada pemerintah kota.

Dan Fraksi Demokrat menyoroti tentang penanganan covid-19. Seharusnya dengan anggaran yang begitu besar, angka covid-19 di Balikpapan tidak meningkat begitu tajam.

"Sementara Fraksi Gbungan juga menyoroti tentang Covid-19. Dan penyertaan modal PDAM maupun BPD," ucapnya.

Selanjutnya Wali Kota Balikpapan akan memberikan jawaban. "Mudahan Minggu depan Walikota memberikan sebuah jawaban, sebelum ditetapkan Raperda menjadi Perda perubahan Kota Balikpapan," tandasnya. (*)

Baca Juga: Walikota Balikpapan Sebut BST Lanjutan Dianggarkan di APBD-P, Perkirakan Ada 40 Ribu Penerima

Baca Juga: Pembelanjaan APBD Kaltim 2020 Sudah Sekitar 50 Persen

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved