Rabu, 20 Mei 2026

Virus Corona di Kaltim

Disdik Bolehkan Belajar Tatap Muka dengan Syarat, DPRD Kaltim Ingatkan Mending Daring Saja Dulu

Pandemi Corona atau covid-19 membuat semua lini terdampak. Bahkan di dunia pendidikan Kalimantan Timur juga terdampak akibat pandemi Corona ini

Tayang:
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fitri Maisyaroh. Pandemi Corona atau covid-19 membuat semua lini terdampak. Bahkan di dunia pendidikan Kalimantan Timur juga terdampak akibat pandemi Corona ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pandemi Corona atau covid-19 membuat semua lini terdampak. Bahkan di dunia pendidikan Kalimantan Timur juga terdampak akibat pandemi Corona ini.

Sehingga semua sekolah melarang untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Hanya saja Disdik Kaltim memperbolehkan sekolah tatap muka dengan persyaratan tertentu.

Sekolah wajib mematuhi protokol kesehatan dan menyiapkan persiapan protokol kesehatan di wilayah sekolah.

Selain itu pihak orangtua wajib memberikan izin untuk melakukan tatap muka. Jika tidak maka pembelajaran online tetap berlangsung.

UPDATE Virus Corona di Penajam Paser Utara, 2 Terkonfirmasi Positif Covid-19 dari Waru dan Nenang

UPDATE Virus Corona di Kalimantan Utara, 2 Tenaga Kesehatan di Bulungan Dinyatakan Sembuh

"Itu hanya zona kuning dan hijau saja. Zona merah seperti Balikpapan dan Samarinda tidak boleh," ucap Kadisdik Kaltim Anwar Sanusi kepada TribunKaltim.co pada Selasa (9/9/2020).

Hal tersebut kemudian direspon oleh Komisi IV DPRD Kaltim. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fitri Maisyaroh mengatakan, sebaiknya sekolah tidak boleh melakukan sekolah tatap muka.

Ini dikarenakan masih tingginya angka kasus covid-19 di Kalimantan Timur. Meskipun zona tersebut masih berada di zona kuning, ia tetap melarang diadakannya pembelajaran tatap muka.

"Pak Menteri sudah warning, mending daring saja dulu meskipun ada orangtua memperbolehkan namun harus ada masukan dari Ikatan Dokter anak Indonesia. Jangan sampai anak-anak jadi bahan percobaan," ucapnya.

Kata dia, yang ditakutkan adalah jumlah penambahan kasus covid-19 yang akan semakin tinggi di Kalimantan Timur jika sekolah membuka pembelajaran tatap muka.

Untuk itu ia meminta pemerintah untuk memberikan pertimbangan kembali untuk membuka pembelajaran tatap muka kembali.

"Meskipun ada opsi dibolehkan. Tapi warga Kaltim yang paham siapa yang ambil risiko. Orang dewasa saja kesusahan pasien kita membludak karena covid-19 ini sudah kewalahan," ucapnya.

Perkembangan Kasus Corona di Kalimantan Timur

Perkembangan data virus Corona di Indonesia pada Selasa 8 September 2020, Ada Kalimantan Timur telah mencapai 86 kasus baru.

Berdasarkan laporan data pada akun Twitter @BNPB_Indonesia, Selasa (8/9/2020) sore, tercatat ada 3.046 kasus baru.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved