Breaking News:

Program Kementerian PUPR, Dua Jembatan Gantung Dibangun di Kutai Timur 2021

Pembangunan dari pemerintah pusat terkait infrastruktur masyarakat, kembali mengalir ke Kabupaten Kutai Timur

TRIBUNKALTIM.CO/MARGARET SARITA
Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, asal Kabupaten Kutai Timur, Dr H Irwan, Selasa (15/9/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Pembangunan dari pemerintah pusat terkait infrastruktur masyarakat, kembali mengalir ke Kabupaten Kutai Timur.

Setelah mendapat bantuan renovasi rumah layak huni dan saluran irigasi pada 2020 ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia kembali merencanakan pembangunan dua jembatan gantung pada 2021.

Dua jembatan gantung tersebut adalah jembatan Telaga Abadi di Kecamatan Batu Ampar, sepanjang 120 meter dengan alokasi anggaran mencapai Rp 12,2 miliar dan jembatan Sungai Gelinggang di Kecamatan Bengalon, sepanjang 60 meter dengan alokasi Rp 4,3 miliar.

Semuanya masuk dalam perencanaan program pembangunan pada APBN tahun anggaran 2021 mendatang.

Baca Juga:Visi Misi Pasangan Irianto Lambrie-Irwan Sabrie Prioritaskan Pembangunan SDM dan Infrastruktur

Baca Juga:Pilgub Kaltara 2020, Elite Golkar Arsyad Thalib Akui Fokus Menangkan Irianto Lambrie-Irwan Sabri

Hal ini diungkapkan anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, asal Kabupaten Kutai Timur, Dr H Irwan, Selasa (15/9/2020).

“Membangun Kalimantan Timur, terutama Kutai Timur sudah menjadi komitmen saya, saat mendapat amanah sebagai wakil rakyat di Senayan. Jadi, untuk masyarakat Kutai Timur, selalu ada program yang saya usulkan melalui anggaran APBN. Terutama yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat banyak,” ungkap putra asli Kecamatan Sangkulirang ini.

Jembatan, kata Irwan, merupakan usulan warga setempat yang sudah lama masuk padanya. Dengan hadirnya jembatan tersebut, akan mempermudah akses lalu lintas orang maupun barang dari satu desa ke desa lainnya. Roda ekonomi pun akan berputar cepat dan imbasnya, masyarakat menjadi lebih sejahtera.

“Harapannya, seluruh akses di wilayah Kutai Timur, terbuka lebar. Tidak ada lagi masyarakat yang terisolasi akibat infrastruktur yang kurang memadai. Dengan adanya jembatan penghubung, tentu roda perekonomian bisa berputar dengan lancar, kebutuhan masyarakat bisa diperoleh dengan mudah dan produk masyarakat pun bisa dipasarkan ke luar kecamatan,” ungkap Irwan.

Halaman
12
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved