Jumat, 17 April 2026

Sensus Penduduk 2020

BPS Balikpapan Gelar Cencus Night, Penuhi Data Sensus Penduduk 2020, Sasar Tuna Wisma dan Awak Kapal

Pihak Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur ( BPS Balikpapan ) melakukan Cencus Night pada 15 September, waktu malam hari

Penulis: Heriani AM | Editor: Budi Susilo
HO/BPS BALIKPAPAN
Pihak Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur ( BPS Balikpapan ) melakukan Cencus Night pada 15 September, waktu malam hari. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sensus Penduduk 2020 yang digelar bulan ini yang merupakan lanjutan pencacahan secara daring, terus bergulir.

Pihak Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur ( BPS Balikpapan ) melakukan Cencus Night pada 15 September, waktu malam hari.

Proses Cencus Night adalah sensus penduduk yang dilakukan untuk mencacah penduduk tunawisma atau penduduk jalanan.

Ia menambahkan mereka penghuni jalanan kota Balikpapan tetap harus disensor lantaran juga merupakan penduduk Indonesia.

Baca Juga: Percobaan Vaksin Covid-19 Sinovac, Diklaim Aman Digunakan oleh Kalangan Lansia

Baca Juga: 16 Kasus Baru Covid-19 di Yogyakarta, Berasal dari Klaster Warung Solo Sudah Meluas

Momen Cencus Night dilakukan mulai pukul 21.00 Wita dan berakhir keesokan harinya, pukul 06.00 Wita.

"Kami menyusur seluruh area kota Balikpapan seperti sudut kota perempatan pasar terminal pelabuhan hingga tempat-tempat lain yang dicurigai merupakan tempat gelandangan atau tunawisma," ujar Kepala BPS Balikpapan Achamd Zaini, Rabu (16/9/2020).

Sebagian dari tunawisma tetap ada yang membawa kartu identitas, namun jika ditemukan penduduk yang tidak memiliki kartu identitas, pihaknya tetap akan mencatat sebagai data dari sensus September 2020.

selain itu, juga akan dilakukan pendataan bagi penduduk awak kapal berbendera Indonesia yang sedang bersandar di pelabuhan Kota Balikpapan. "Hanya awak kapalnya saja, penumpangnya tidak," tambahnya.

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Berau, Pasien Covid-19 Kembali Bertambah 8, Didominasi Klaster Pertanahan

Baca Juga: Bangun Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur Ditunda, Garap Masterplan dan Infrastruktur Dasar Saja

untuk kegiatan ini, BPS Balikpapan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mendukung lancarnya kegiatan seperti Polairud, KSOP, Pelindo, Dinas Sosial, Camat, Satpol PP, dan Tim Task Force.

Dibentuk sebanyak 5 tim. Di mana satu tim berkisar 8 hingga 10 orang. Satu tim akan bekerja di dua wilayah kecamatan untuk mencatat penduduk tunawisma.

Sementara lokasi kapal sandar berbendera Indonesia dilakukan oleh dua tim yang akan bekerja di wilayah sekitar Pelabuhan Semayang dan Kampung Baru, Kota Balikpapan.

"Untuk pendataan tunawisma, Tim Balikpapan Kota dan Tengah menemukan sebanyak 10 orang yaitu di Pelabuhan Semayang, di Masjid At-Taqwa, di pasar Klandasan dan Monumen Adipura," pungkas Zaini.

BPS Balikpapan Kerahkan 412 Petugas

Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan Kalimantan Timur ( BPS Balikpapan ) mengerahkan 414 petugas untuk mendukung kegiatan Sensus Penduduk 2020

Ratusan petugas ini bakal mendata penduduk di 6 kecamatan dan 34 kelurahan di Balikpapan secara door to door.

Para petugas ini bakal dilengkapi alat pelindung diri (APD) sesuai protokol kesehatan covid-19 sehingga warga tak perlu risau.

Sensus Penduduk 2020 atau SP2020 offline yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) dimulai Selasa (1/9/2020) secara door to door atau tatap muka.

Sensus ini dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dalam rangka mencatat kependudukan.

Data kependudukan ini bertujuan dalam menyediakan data jumlah, komposisi, dan karakteristik penduduk Indonesia sebagai dasar pembangunan daerah dan negara.

Kepala BPS Balikpapan Achmad Zaini mengatakan, warga telah melaksanakan pengisian sensus penduduk online hingga 29 Mei.

Balikpapan salah satu kota di Kalimantan Timur mencapai angka tertinggi capaian SP2020 online, yaitu mencapai 25,89 persen atau 165.219 jiwa, atau sebesar 96,97 persen dari target.

Petugas pendata dari BPS bersama pengurus RT memeriksa dan memverifikasi Daftar Penduduk (DP) hasil SP2020 Online yang sudah dicetak oleh BPS per Rukun Tetangga (RT) untuk memastikan mana penduduk RT tersebut yang sudah melakukan pengisian secara online dan mana yang belum.

"Termasuk penduduk yang diragukan oleh RT setempat, penduduk yang sudah pindah, atau penduduk baru serta penduduk yang sudah meninggal dunia," kata Zaini usai pelaksanaan sensus penduduk di kediaman Walikota Balikpapan, Selasa (1/9/2020).

Selanjutnya Petugas Pendata SP2020 bersama salah seorang petugas RT melakukan verifikasi lapangan.

Warga tidak perlu khawatir karena petugas sensus menggunakan alat pelindung diri sesuai protokol kesehatan. Kegiatan sensus serentak dilakukan di semua daerah tanah air.

Warga diminta menjawab pertanyaan petugas sensus agar data yang diperoleh bisa akurat dan komprehensif. Yang bisa dijadikan sebagai dasar dalam mengambil keputusan dan perencanaan di segala bidang.

Perlu diketahui setiap petugas sensus akan mendata 15 RT atau ekuivalen dengan 600-650 KK. Petugas sensus yang diturunkan berjumlah 414 orang, terdiri 25 orang Koordinator Sensus Kecamatan (Koseka), dan 398 petugas sensus.

"Waktu pelaksanaan dimulai 1 September dan diupayakan selesai dalam 15 hari," tuturnya.

Di Balikpapan SP2020 dilakukan di 6 kecamatan dan 34 kelurahan serta 1.670 RT dengan target penduduk yang didata sebanyak 664.202 jiwa (Data penduduk Proyeksi 2020).

Dalam pelaksanaannya nanti, petugas sensus di Kota Balikpapan yang masuk pada zona 2 akan dilengkapi dengan perangkat alat yang lengkap, maupun pelindung diri pencegahan Virus Corona ( covid-19 ).

Petugas juga mengantongi surat keterangan nonreaktif covid-19.

Baca juga: Begini Cara Eks Kepala BPN Denpasar Hindari Pengawalan dan Tembak Diri di Toilet Kejaksaan Tinggi

Baca juga: Adik Ipar Tewas di Tahanan, Edo Kondologit Pertanyakan Polisi: Ada CCTV Kok Dibiarin Dihajar?

"Data tiap penduduk sangatlah esensial dan penting. Sebagai tanda penduduk tersebut tercatat sebagai warga yang kegunaannya untuk banyak kepentingan," ujar Zaini.

Sensus penduduk tatap muka pertama dilakukan di kediaman Walikota Balikpapan, Rizal Effendi bersama keluarga. Meski telah mengisi data secara online, sebagai kroscek pendataan offline juga dilakukan.

Rizal Effendi mengatakan, banyak pihak acapkali berbeda pendapat soal data kependudukan, sehingga pemberian bantuan tidak akurat. Sensus penduduk dilakukan agar data acuan yang ada selaras semua.

"Hasilnya (SP online) belum maksimal, sensus penduduk tambahan ke seluruh wilayah dari rumah ke rumah. Saya mohon dukungan semua warga dan lembaga agar sensus ini sukses. Supaya data kependudukan real dan akurat," ucapnya.

(Tribunkaltim.co/Heriani)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved