Sabtu, 11 April 2026

Wisata ke Pulau Derawan Berau Bisa Melihat Langsung Penyu Hijau Bertelur

Kabupaten Berau merupakan surga bagi ratusan penyu. Ada dua jenis penyu yang hidup dan berkembang biak di perairan Bumi Batiwakkal itu, penyu hijau

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, IKBAL NURKARIM
Penyu hijau di Pulau Derawan siap bertelur. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kabupaten Berau merupakan surga bagi ratusan penyu. Ada dua jenis penyu yang hidup dan berkembang biak di perairan Bumi Batiwakkal itu, yakni penyu hijau dan penyu sisik.

Namun mayoritas penyu yang kerap ditemukan adalah penyu hijau. Kabupaten Berau sendiri memiliki lebih dari 30 pulau menjadi magnet tersendiri bagi para penyu untuk mencari makan hingga bertelur.

Seperti yang bisa dilihat di Pulau Derawan, salah satu pulau yang menjadi tujuan wisatawan jika berlibur atau menghabiskan akhir pekan di Kabupaten Berau.

Wakil Bupati Berau H Agus Tantomo mengatakan, wisatawan yang berkunjung ke Pulau Derawan tidak hanya menikmati objek wisata bawah lautnya yang indah namun melihat penyu bertelur memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

"Ini selain usaha konservasi, sebenarnya aktivitas penyu bertelur mulai naik di daratan untuk bertelur turun kembali di laut bisa jadi objek wisata yang menarik," ungkap Agus Tantomo, Jumat (29/9/2020)

Baca juga; Pulau Derawan Berau Masuk Dalam Objek Wisata Prioritas RPJMN 2020-2024, Terapkan Protokol Kesehatan!

Baca juga; Wabup Berau dan BMC Bagikan 200 Face Shield ke Pedagang di Tepian Pulau Derawan

"Dan hasil  pembicaraan saya sama petugas konservasi dan keamanan setempat ternyata banyak wisatawan tertarik. Artinya ke Pulau Derawan ada kegiatan lain pada malam hari yakni melihat aktivitas penyu bertelur," pungkasnya.

Agus Tantomo mengatakan di bulan-bulan tertentu hampir setiap hari penyu naik untuk bertelur mulai dua ekor hingga tiga ekor.

Selain di Pulau Derawan, salah satu pulau yang menjadi tempat bertelur penyu hijau yakni di Pulau Sangalaki terlebih pulau tersebut menjadi salah satu pulau konservasi penyu yang dikelola BKSDA wilayah Berau.

Namun jika wisatawan ingin melihat langsung penyu bertelur harus bersabar hingga larut malam, terlebih wisata tidak boleh menyalahkan alat penerang karena itu mengganggu penyu bertelur.

"Wisatawan tidak boleh mengganggu penyu sebelum proses bertelurnya selasi tapi jika selesai silahkan wisatawan jika mau berfoto atau menyentuh langsung itu boleh," pungkasnya.

Baca juga; NEWS VIDEO Intip Penetasan Telur Penyu Hijau di Pulai Sangalaki Berau

Melihat langsung penyu hijau yang merupakan icon Kabupaten Berau itu bertelur menjadi sensasi tersendiri bagi wisatawan terlebih penyu hijau menjadi salah satu hewan yang dilindungi.

Seperti yang dikatakan Nita. Ia mengungkapkan terpaksa harus menunda tidur demi melihat penyu hijau bertelur.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved