Breaking News:

Positif di Tiga Persen, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terkontraksi

Indonesia menjadi sedikit negara yang pertumbuhan ekonominya masih positif di tiga persen yakni 2,97 persen

Penulis: Risnawati | Editor: Budi Susilo
YouTube Tribun Kaltim Official
Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Pelaksana Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto saat menjadi pembicara dalam acara sarasehan virtual dan launching TribunKaltara.com, Jumat (18/9/2020) malam. Acara tersebut mengangkat tema Menggerakkan Roda Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Indonesia menjadi sedikit negara yang pertumbuhan ekonominya masih positif di tiga persen yakni 2,97 persen. Sedang India India berada di 3,1 persen.

Namun dengan kebijakan yang diambil yaitu Indonesia melakukan PSBB dan India menjalankan lockdown, maka hasilnya kata Menteri Koordinator Perekomian, Airlangga Hartarto, pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi minus 5,3 persen sedangkan India minus 23,9 persen.

Beberapa negara lain di Association of Southeast Asian Nation ( ASEAN ) seperti Thailand minus 12 persen, Malaysia minus 17 persen, Singapura minus 12, dan Filipina minus 16,5 persen.

Ini telah terlihat bahwa kebijakan yang diambil indonesia berbeda, sehingga efek terhadap perekonomian juga berbeda.

Baca Juga: Langkah Nyata, BKP Klas II Tarakan Sukseskan Pekarangan Pangan Lestari di Kaltara

Baca Juga: Geledah Rumah Pengedar, Polisi Tangkap Pelaku dan Temukan Narkoba Jenis Sabu di Loa Kulu Kukar

Sebagai role of sum, berdasarkan data dari 215 negara, apabila negara membuat kebijakan ataupun pemerintah mengambil kebijakan 4 bulan lockdown, ekonomi akan turun sekira 9 persen, jika lockdown kira-kira 2 bulan, akan berakibat di atas 3 persen

"Jadi ini angka-angka yang diperoleh dari negara yang ada," kata Airlangga di Launcing TribunKaltara.com, Jumat (18/9/2020).

Kemudian dilihat dari trend enterprice manufacturing intelligence (EMI), manufaktor Indonesia pada saat melakukan pembatasan sosial berskala bersar ( PSBB ) turun drastis ke 27,5 persen.

Baca Juga: Percobaan Vaksin Covid-19 Sinovac, Diklaim Aman Digunakan oleh Kalangan Lansia

Baca Juga: 16 Kasus Baru Covid-19 di Yogyakarta, Berasal dari Klaster Warung Solo Sudah Meluas

Namun pada saat Global mulai terbuka dan beberapa kegiatan masyarakat sudah mulai bisa dilaksanakan, Ketua Umum Partai Golongan Karya ( Golkar ) mengatakan EMI Indonesia sudah naik 50,8 persen atau di atas rata-rata standar EMI yakni 50 persen

"Kita lihat penjualan dagangan bermotor juga sudah mulai naik, kemudian pertumbuhan penjualan retail times, keyakinan konsumen terkait dengan investasi maupun inflasi inti," ujarnya.

"Nah kalau kita lihat tambahan yang mendorong, kita cukup optimis. Perdagangan di beberapa kuartal terakhir kemarin juga kita surplus 2,3 miliar dan ini didorong oleh nonmigas 2,66 miliar," sebutnya.

(Tribunkaltara.com/Risnawati)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved