Ratusan Gajah Mati Mendadak di Botswana Gara-gara Racun Cyanobacteria, Muncul di Genangan Air
Ratusan gajah mati mendadak di Boswana, bukan karena perburuan manusia. Mengingat gading ratusan gajah tersebut tidak hilang.
"Ini adalah bakteri yang ditemukan di dalam air," kata Pejabat Kepala Hewan Departemen Satwa Liar dan Taman Nasional, Mmadi Reuben, dalam konferensi pers, Senin (21/9/202020).
Kematian gajah terhenti jelang akhir Juni 2020, bertepatan dengan pengeringan air di kolam, lapor AFP.
Laporan pada Juni 2020 mencatat gading tidak hilang, yang berarti perburuan bukan sebagai penyebabnya.
Keracunan antraks juga telah dikesampingkan, menurut pejabat senior Departemen Satwa Liar Cyril Taolo.
Tetapi pertanyaan masih ada tentang kematian itu, kata Reuben kepada wartawan.

"Kami memiliki banyak pertanyaan yang masih harus dijawab seperti mengapa hanya gajah dan mengapa daerah itu saja," ujarnya.
"Kami juga memiliki sejumlah hipotesis yang sedang kami selidiki," tambahnya.
Baca juga: Jadwal Pengumuman Kartu Prakerja Gelombang 9, 800 Ribu Peserta Dapat Insentif, Klik prakerja.go.id
Baca juga: Kuota Internet Belajar Cair Hari Ini, Seluruh Sekolah Harus Lengkapi Sejumlah Syarat Dahulu
Dr Niall McCann, dari Badan Amal National Park Rescue, sebelumnya mengatakan kepada BBC para pecinta lingkungan setempat pertama kali memberi tahu pemerintah pada awal Mei 2020.
Hal itu diketahui mereka setelah melakukan penerbangan di atas delta tersebut.
"Mereka menemukan 169 gajah mati dalam penerbangan tiga jam," katanya.
"Dapat melihat dan menghitung sebanyak itu dalam penerbangan tiga jam sungguh luar biasa," ujarnya.
Sebanyak 25 gajah mati baru-baru ini dalam satu kelompok di negara tetangga Zimbabwe.
Sampel uji telah dikirim ke Inggris untuk dianalisis.