Virus Corona di Samarinda

Sepekan Penutupan Citra Niaga dan Tepian Mahakam Samarinda, Rencana Dibuka Kembali, Meja Dikurangi

Sepekan sudah, dua kawasan tongkrongan di Kota Samarinda yakni Citra Niaga dan Tepian Mahakam ditutup menjalani masa hukuman

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Susana sore hari di kawasan Citra Niaga, Senin (19/9/2020). Sepekan sudah, dua kawasan tongkrongan di Kota Samarinda Kalimantan Timur yakni Citra Niaga dan Tepian Mahakam ditutup menjalani masa hukuman yaitu penutupan sementara ikuti protokol covid-19 atau pandemi Corona. 

TRIBUNKALTIM. CO, SAMARINDA - Sepekan sudah, dua kawasan tongkrongan di Kota Samarinda yakni Citra Niaga dan Tepian Mahakam ditutup menjalani masa hukuman yaitu penutupan sementara ikuti protokol covid-19 atau pandemi Corona.

Diketahui bahwa penutupan sementara tersebut tidak diperbolehkan untuk mengumpulkan orang yang hanya diperbolehkan Take Away sebagaimana yang tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur.

Terhitung sejak Rabu (23/9/2020) sampai dengan Selasa (29/9/2020).

Sudah sepekan berlalu tersebut, Imelda Tonapa Koordinator Pengelola Citra Niaga mengungkapkan bahwa sudah akan beroperasi kembali.

Namun ada beberapa perubahan, di antaranya pelaku usaha melakukan pengurangan meja dan tempat duduk agar tak menimbulkan kerumunan.

Baca Juga: Sempat Ditunda, Sidang Dugaan Suap Bupati Kutim Ismunandar Digelar Lagi, Hadirkan 5 Saksi

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG Cuaca Ekstrem di Indonesia Rabu 30 September, Ada 8 Wilayah di Kalimantan Timur

"Tadi saya dengan beberapa perwakilan pelaku usaha sudah bertemu dan telah menentukan pengurangan meja seperti biasanya," ucap saat diwawancarai Rabu (30/9/2020).

Ia membeberkan bahwa di kawasan Citra Niaga, ada 4 titik sarana fasilitas penunjang protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan.

Dan ditambah lagi, tiap tenan juga menyediakan washtafel.

Warga menerapkan prinsip hidup bersih, selalu sempatkan diri cuci tangan mengenakan sabun.
Warga menerapkan prinsip hidup bersih, selalu sempatkan diri cuci tangan mengenakan sabun. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Ia mengharapkan adanya pihak penjagaan yang selalu melakukan pengawasan, hal tersebut diminta lantaran ketidaknyamanan seorang pelaku usaha yang harus menegur pelanggan yang tidak mengikuti protokol kesehatan.

"Kalau mereka yang sampaikan, ketakutannya pelanggan ini justru tersinggung, makanya minta kamtib kami yang berikan teguran," unhkapnya.

Baca Juga: DPRD PPU Sampaikan Pandangan Umum Fraksi Atas APBD Penajam Paser Utara Tahun 2020

Baca Juga: Jadwal Liga 1 2020, Live Indosiar, Ada Madura United vs Borneo FC, Barito Putera vs Persebaya

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini, 29 September 2020, Tengah Malam Hujan, Arah Angin dari Barat

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved