Pilkada Paser
Golput di Pilbup Paser 2020 Diprediksi Meningkat, Pandemi Covid-19 Buat Pemilih Takut Datang ke TPS
Selain membeberkan peluang keempat pasangan calon (paslon) peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Pilbup Paser 2020.
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Selain membeberkan peluang keempat pasangan calon (paslon) peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Pilbup Paser 2020, hasil penelitian Lembaga Survei Kaltim (LSK) juga berisi pesan warning kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser.
Hal itu menurut Direktur Riset LSK Hermansyah MM, Kamis (1/10/2020), terkait kemungkinan meningkatnya angka golput di Pilbup Paser 2020. Karena sebanyak 12,3 persen pemilih aktif menyatakan ragu datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.
“Di masa pandemi covid-19 ini membuat sebagian pemilih takut datang ke TPS, padahal setiap penyelenggaraan Pemilu, mereka selalu mengunakan hak pilihnya. Pemilih yang menyatakan kemungkinan tidak datang ke TPS ini ada sebanyak 12,3 persen,” kata Hermansyah.
Sebanyak 35 persen lagi, lanjut Hermansyah, masih mempertimbangkan datang ke TPS atau tidak. Jika di hari h pemungutan suara mereka ternyata tidak datang ke TPS, maka tingkat partisipasi pemilih di Pilbup Paser 2020 akan lebih rendah dari Pemilu sebelumnya.
Baca Juga: BERITA FOTO Prosesi Pemakaman Bupati Berau Muharram di TPU Km 15 Balikpapan
Baca Juga: BERITA FOTO Prosesi Pelepasan Sampai Penguburan Almarhum Bupati Berau Muharram di Balikpapan
“Jika di Pemilu sebelumnya angka golput rata-rata 30 persen, maka di Pilbup Paser 2020 angka golputnya dikisaran 35 sampai 40 persen. Itu karena ada pertambahan 12,3 persen pemilih golput baru, pemilih yang tidak datang ke TPS karena takut tertular covid-19,” ucapnya.
Disamping covid-19, kata Hermansyah, faktor yang mempengaruhi angka golput adalah masih lemahnya pembelajaran politik di Kabupaten Paser. Ada sebanyak 49 persen pemilih menyatakan bahwa memilih di Pemilu adalah kewajiban, padahal memilih adalah hak warga negara.
“Kami menyarankan KPU Paser untuk meningkatkan sosialisasi Pilbup Paser 2020 ke masyarakat, sampaikan bahwa kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan adalah cara ampuh terhindar dari penularan covid-19,” ungkapnya.
Terakhir, Hermansyah menyampaikan ada dua harapan besar masyarakat Kabupaten Paser yang dititipkan kepada pemimpin terpilih nanti, yakni membenahi sarana dan prasarana infrastruktur sampai ke pelosok dan penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Pembenahan sarana dan prasarana infrastruktur ini harapan 49 persen responden yang kami wawancarai dalam penelitian, mewakili hampir separuh harapan masyarakat Paser, selebihnya sektor pendidikan, kesehatan, pertanian dan lainnya,” ulasnya.
Untuk diketahui, sejak 14 sampai 24 September 2020, LSK menerjunkan 54 orang tenaga surveyor di 10 kecamatan Kabupaten Paser dalam rangka penelitian. Sebanyak 540 responden terpilih secara acak, dengan sampling berjenjang agar jumlah responden terwakili secara proporsional di setiap tingkatan.
“Misalnya di Kecamatan A jumlah pemilihnya 20 persen, maka jumlah responden yang kita wawancarai harus mewakili 20 persen jumlah pemilih di kecamatan tadi. Saat kami wawancarai 49 responden berharap pemimpin Paser kedepan membenahi sarana dan prasarana infrastruktur,” tambahnya.
Peluang Para Paslon dalam Pilbup Paser 2020
Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paser ( Pilbup Paser 2020 ) Provinsi Kalimantan Timur tahun 2020 telah masuk tahapan masa kampanye.
Keempat pasangan calon (paslon) peserta Pilbup Paser berlomba berebut simpati masyarakat agar nantinya keluar sebagai pemenang Pilbup Paser.
Bagaimana peluang masing-masing paslon untuk memperoleh suara terbanyak dalam Pilbup Paser?
Menjawab hal ini, Lembaga Survei Kaltim (LSK) mungkin bisa memberikan gambaran tersebut.
Baca Juga: DPRD PPU Sampaikan Pandangan Umum Fraksi Atas APBD Penajam Paser Utara Tahun 2020
Baca Juga: Jadwal Liga 1 2020, Live Indosiar, Ada Madura United vs Borneo FC, Barito Putera vs Persebaya
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini, 29 September 2020, Tengah Malam Hujan, Arah Angin dari Barat
Seperti disampaikan Direktur Riset LSK Hermansyah MM, Selasa (29/9/2020), terkait hasil penelitian (riset) lembaga survei ini.
“Kami menerjunkan 54 orang tenaga surveyor yang terlatih untuk melakukan data collecting, yakni mewawancara langsung masyarakat pemilih. Data collecting ini kami lakukan dari 14 sampai 24 September 2020 di 10 kecamatan Kabupaten Paser,” kata Hermansyah.
Ada beberapa temuan yang cukup mengejutkan, salah satunya adalah 65,2 persen pemilih sudah punya pilihan tetap, tidak berubah meski pengaruh politik uang. Namun sebelum hal itu dikupas tuntas, Hermansyah terlebih dahulu menjelaskan kegiatan yang mendasari temuan tersebut.
Seperti lembaga survei lainnya, LSK menggunakan probability sampling dengan frame sampling berjenjang (multy stage random sampling). Jadi sebelum mendapatkan responden yang terpilih secara acak, lebih dulu menentukan persentase sampel secara berjenjang.
Baca Juga: BERITA FOTO Prosesi Pemakaman Bupati Berau Muharram di TPU Km 15 Balikpapan
Baca Juga: BERITA FOTO Prosesi Pelepasan Sampai Penguburan Almarhum Bupati Berau Muharram di Balikpapan
Misalnya Kecamatan A jumlah pemilihnya 20 persen, lanjut Hermansyah, maka jumlah responden yang diambil datanya itu harus mewakili 20 persen jumlah pemilih kecamatan tersebut. Kemudian diturunkan lagi ke jenjang yang lebih kecil, yakni desa/kelurahan, Rukun Tetangga (RT) hingga responden.
“Jumlah responden terwakili secara proporsional di setiap tingkatan, bahkan responden yang terpilih untuk diwawancara juga tidak sembarangan. Jika dalam satu rumah ternyata responden dapat nomor genap, maka yang diwawancarai harus lah perempuan dan sebaliknya,” ucapnya.
Setelah 10 hari wawancarai responden terpilih melalui tatap muka langsung, akhirnya LSK mendapatkan data 540 responden. “Setelah data kami olah, beberapa hal besar kami temukan dari riset dengan tingkat Margin of Error 4.38 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,” sambungnya.
Beberapa temuan itu, kata Hermansyah, salah satunya adalah 65,2 persen responden menyatakan sudah solid pada pilihannya, 12,4 persen responden punya pilihan tapi masih memungkinkan untuk berubah pilihannya, sisanya 22,4 persen responden belum punya pilihan.
“Jumlah responden terpilih secara acak mewakili jumlah pemilih. Jadi jika 65,2 persen responden sudah tetap pada pilihannya, maka sama artinya 65,2 persen jumlah pemilih sudah punya pilihan tetap, ada yang menjatuhkan pilihannya ke paslon nomor urut 1, 2, 3 atau nomor urut 4,” jelasnya.
Karena riset selesai 24 September 2020, tentunya sisa pemilih yang diperebutkan para paslon di masa kampanye yang tinggal 75 hari ini hanya sekitar 32 persen, 10,2 persen diantaranya sudah punya pilihan meski masih bisa merubah pilihannya, sehingga hanya 22,4 persen yang murni bisa diperebutkan.
Siapa Saja yang Dipilih
Adapun 65,2 persen itu, tambah Hermasyah, 36,8 persen di antaranya memilih paslon Tony Budi Hartono-Aji Sayid Fathur Rahman.
Paslon Alphad Syarif-Arbain M Noor dipilih 7,3 persen,
Paslon dr Fahmi Fadli-Syarifah Masitah Assegaf dipilih 17,6 persen,
Paslon Sulaiman Eva Merukh-Ikhwan Wirawan dipilih 15,9 persen.
Jadi masa kampanye yang tinggal 75 hari ini, keempat paslon hanya memperebutkan sekitar 32 persen pemilih, 10,2 persen.
Di antaranya bahkan sudah punya pilihan meski masih bisa merubah pilihannya.
"Saat survei atau mewawancarai responden, kami menunjunkkan foto para kandidat, jadi responden langsung menunjuk foto kandidat yang dipilihnya,” tambahnya.
(TribunKaltim.co/Sarassani)