Selasa, 14 April 2026

Virus Corona di Kutim

ASN dan Tenaga Kesehatan Kutim Ikut Terpapar Virus Corona, Dua Hari Tambah 38 Pasien

Angka pasien terkonfirmasi positif covid-19 terus bertambah setiap hari. Bahkan, dua hari belakangan ini, pertambahannya cukup membuat dada berdecak.

Editor: Mathias Masan Ola

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Angka pasien terkonfirmasi positif covid-19 terus bertambah setiap hari. Bahkan, dua hari belakangan ini, pertambahannya cukup membuat dada berdecak. Yakni, 38 orang yang terkonfirmasi positif.

Dari data yang dirilis pada laman corona.kutaitimurkab.go.id, setiap pukul 18.00 sore, ada penambahan 20 pasien terkonfirmasi pada 2 Oktober 2020 dan 18 pasien terkonfirmasi pada 3 Oktober 2020, kemarin.

Sehingga saat ini, jumlah pasien terkonfirmasi, mencapai 474 orang dan pasien yang sembuh 325 orang, dengan pasien meninggal delapan orang.

Jadi ada 149 penderita covid -19 yang sedang menjalani karantina, baik secara mandiri maupun di rumah sakit. Mereka juga tak melulu ada di wilayah Sangatta, tapi menyebar di beberapa kecamatan se Kutim.

Karena, dari 18 kecamatan se Kutim, hanya dua kecamatan saja yang masuk zona hijau, atau tak ada pasien covid-19, yakni, Kecamatan Muara Bengkal dan Kecamatan Sandaran.

Baca juga; Tim Gabungan Sisir Pusat Keramaian di Sangatta, Warga dan Pemilik Cafe Kena Tegur

Baca juga; Koordinator Gempar Tuding Pembangunan Rice Milling Unit di Babulu PPU Langgar Perda No 3 Tahun 2014

Dari data tersebut, pasien yang terpapar virus corona, kini tak melulu pendatang atau pelaku perjalanan di lingkungan perusahaan di Kabupaten Kutai Timur. Tapi sudah menjalar ke kalangan ASN, tenaga kesehatan serta keluarga dari pasien yang terpapar.

“Kalau pelaku perjalanan dari kalangan perusahaan, mereka menerapkan sistem karantina bagi karyawan pelaku perjalanan atau pendatang, dan melakukan tes swab, sesampainya karyawan tersebut di Kutim.

Meski di daerah asal sudah tes juga. Bila hasilnya dua kali negatif, bisa langsung kerja, tapi bila hasilnya positif, langsung karantina di tempat yang khusus disediakan perusahaan.

Kekhawatiran, justru dari kalangan di luar itu. Karena tidak ada pengawasan untuk melakukan karantina mandiri,” ungkap Kepala Dinkes Kutai Timur, dr Bahrani Hasanal, Minggu (4/10/2020).

Bahkan, lanjut Bahrani, saat ini sudah ada kluster keluarga dan kalangan ASN yang terpapar pun semakin banyak. Beberapa kantor pemerintahan pun ada yang terpaksa menerapkan sistem bekerja dari rumah, untuk beberapa waktu. Sementara kantor mereka dilakukan penyemprotan desinfektan.(TribunKaltim.co/Margaret Sarita)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved