Virus Corona
Bintang ILC Rocky Gerung Menilai Presiden Jokowi dan Menteri tak Serius Tangani Covid-19, tak Kompak
Bintang Indonesia Lawyers Club ( ILC ), Rocky Gerung geram, Presiden Jokowi dan Menteri tak serius tangani covid-19, tak kompak
Politisi partai Gerindra ini menganggap pernyataan Jokowi terkait lockdown provinsi sebagai bahan evaluasi dan masukan untuk pemerintah daerah.
"Itu soal diksi, pak Jokowi tidak pernah menyampaikan sesuatu yang tidak terbuka beliau sangat terbuka transparan dan itu baik untuk kepala daerah. Dan kepala daerah selalu koordinasi dengan pemerintah pusat," ungkapnya.
Riza Patria menyatakan jika koordinasi antara pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat selama pandemi ini berjalan baik.
Bahkan pemeritah pusat membantu kebijakan pemprov DKI Jakarta yang meniadakan isolasi mandiri dan mengubahnya menjadi isolasi terpusat.
"Kami hampir setiap hari rapat dengan Pak Luhut sama presiden kami sering rapat. Sama Pak Anies menyampaikan perlu ada isolasi mandiri, Pak Jokowi senang."
"Tidak hanya menyiapkan wisma atlet tapi juga hotel oleh pemerintah pusat dari isolasi mandiri menjadi isolasi terpusat atau terkendali," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menilai lockdown di tingkat kota, kabupaten, dan provinsi, bukan solusi tepat untuk menekan angka penyebaran Covid-19.
Pasalnya, menurut Jokowi, lockdown di tingkat kota, kabupaten, dan provinsi dapat mengorbankan kehidupan masyarakat.
"Tidak perlu sok-sokan akan me-lockdown provinsi, me-lockdown kota, atau me-lockdown kabupaten, karena akan mengorbankan kehidupan masyarakat," kata Jokowi dalam video yang diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/10/2020).
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik setuju jika Pemprov menerapkan mini lockdown.
Menurutnya kebijakan pengetatan skala lokal lebih mampu mengontrol warga sebagai upaya menekan penularan Covid-19 dari wilayah tersebut.
"Ya ikutin saja, mini lockdown itu lebih fokus. Jauh lebih terkontrol. Itu kan lebih gampang, dalam 14 hari (lihat) bagaimana," kata Taufik kepada wartawan, Rabu (30/9/2020).
Politikus Gerindra itu juga mengatakan sebenarnya Pemprov DKI sempat melakukan mini lockdown atau menutup daerah di tingkat RW yang terdeteksi berstatus zona merah.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tinggal menerapkan kebijakan tersebut secara lebih masif pada daerah yang memang terdeteksi punya pasien positif terbanyak, ataupun di lokasi yang berdasarkan hasil tracing jadi tempat penularan.
"Secara faktual DKI pernah menutup RW. Artinya kalau mau mini lockdown maka dipilah. RW mana yang merah," ujarnya.